HIDUP SESUDAH MATI

Diantara bentuk iman kepada hari akhir—selain mengimani akan terjadinya hari kiamat—adalah mengimani kematian dan kejadian-kejadian sesudahnya. Hal ini perlu kita ketahui dan kita yakini agar menjadi tadzkirah dalam kehidupan di dunia ini.

Iman kepada kematian

Iman kepada kematian meliputi empat hal:

  1. Mengimani bahwa mati adalah satu keniscayaan bagi seluruh makhluk di dunia ini (29: 57; 28: 88)
  2. Mengimani bahwa setiap makhluk umurnya terbatas. Ia tidak akan melewati dari batas yang telah ditentukan. Allah SWT telah menentukannya dan telah menetapkan penyebab kematiannya (3: 145; 7: 34).
  3. Mengimani bahwa ajal seseorang merupakan perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah saja (31: 34).
  4. Mengimani bahwa manusia mengalami berbagai pengalaman  mengerikan saat dijemput kematian (6: 61; 56: 83-85). Orang yang zalim tatkala dating kematian, ia menyesal dan minta untuk dikembalikan ke dunia (23: 99-100). Dan alangkah dahsyatnya peristiwa sakaratul maut mereka (6: 93). Sementara orang yang saleh akan mengalami peristiwa sebagaimana disabdakan Nabi:

“Seorang hamba yang mu’min manakala memasuki pintu akhirat dan meninggalkan dunia, ia didatangi malaikat dari langit dengan muka yang cerah secerah matahari, membawa kain kafan dan balsam dari surga. Setelah malaikat tersebut duduk setentang pandangan, maka hadirlah malaikat maut duduk di dekat kepalanya, seraya berkata, ‘Wahai jiwa yang tenang, keluarlah engkau menuju ampunan dan keridhoan Allah.’ Maka keluarlah jiwa itu seperti keluarnya tetesan air dari mulut kendi. Kemudian malaikat maut mengambilnya, dan setelah ruh itu dipegang oleh malaikat maut, maka malaikat yang lain bergegas memegangnya pula, kemudian mereka memasukkannya ke kafan berbalsam tersebut. Maka keluarlah ruh itu dalam keadaan sangat wangi seperti kesturi terwangi yang terdapat di dunia. Lalu malaikat itu naik membawa ruh tersebut.” (HR. Ahmad)

Kejadian di alam kubur

Setelah ruh dibawa oleh malaikat selanjutnya ruh dikembalikan lagi ke jasadnya. Lalu ia didatangi dua malaikat yang menyuruhnya duduk. Si mayit diuji oleh keduanya dengan pertanyaan, Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapakah laki-laki yang diutus kepadamu itu? Siapakah yang mengajarimu?

Seorang mu’min akan dapat menjawabnya, karenanya ia diberi tempat tidur dari surga dan dibukakan baginya pintu menuju surga. Dikirimkan kepadanya bau harum surga, sementara ruang kuburnya diperluas sejauh pandangan.

Dan orang kafir dia tak akan dapat menjawab pertanyaan, maka ia diberi tempat tidur dari neraka dan dibukakan baginya pintu menuju neraka. Kemudian dikirim kepadanya hawa panas dan racun-racun neraka. Sementara ruang kuburnya dipersempit dan menggencetnya sampai tulang belulangnya remuk.

Di dalam hadits lain (Bukhari & Muslim) dari Anas bin Malik diceritakan bahwa manakala seorang hamba diletakkan di dalam kubur dan ditinggal para pengantarnya, terdengarlah suara terompah para pengantar itu. Kemudian datanglah dua malaikat mendudukkannya dan bertanya tentang Muhammad saw. Jika ia tidak dapat menjawab pertanyaan itu dipukullah  ia dengan gada dari besi dengan pukulan yang sangat keras sampai ia menjerit dengan jeritan yang didengar oleh seluruh makhluk selain jin dan manusia.

Azab kubur terbagi dua:Pertama, azab yang terus menerus (40: 46). Kedua, azab yang tidak terus menerus, yaitu azab untuk sebagian pelaku kemaksiatan dari orang-orang muslim. Azabnya dapat terhenti karena do’a, sedekah dan amal-amal lain.

Kebangkitan dari Kubur

Kebangkitan dari kubur terjadi saat sangkakala ditiup oleh Israfil. Al-Qur’an menyebutkan bahwa peniupan sangkakala itu terjadi tiga kali:

  1. Tiupan untuk mengguncang alam (27: 87)
  2. Tiupan untuk kehancuran dan kebinasaan (39: 68)
  3. Tiupan untuk bangkit dari kubur (39: 68)

Pengumpulan Manusia

Umat manusia akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan seperti digambarkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda: “Manusia pada hari kiamat akan digiring dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak dikhitan”.

Dalam hadits Shahih Muslim dari Miqdad bin Al-Aswad, ia mendengar Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada makhluk sampai jaraknya satu mil, sehingga manusia berkeringat sesuai amalnya…”

Pada saat itu Nabi memberi syafaat kepada umat manusia agar Allah segera memberi keputusan setelah sebelumnya Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa tidak sanggup memberikan syafaat.

Penghisaban

Semua makhluk akan dibawa ke hadapan Allah dengan bershaft (69: 18; 18: 48). Kemudian terjadilah hisab (perhitungan amal), Allah memberitahukan kepada makhluknya tentang amal baik dan amal buruk mereka dan mereka diingatkan tentang apa yang telah mereka lupakan (88: 25-26; 58: 6; 14: 47-51).

Dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar disebutkan Rasulullah bersabda:

“Pada hari kiamat seorang mu’min akan didekatkan kepada Rabbnya Azza wa Jalla, lalu Dia menutupinya seraya menunjukkan dosa-dosanya. Kemudian Allah bertanya: ‘Apakah engaku mengakui ini?’ Si mu’min menjawab, ‘Ya’ Allah berfirman: ‘Aku telah menutupinya di dunia, dan hari ini aku memaafkannya.’ Kemudian kepada si mu’min diberikanlah lembaran catatan kebajikannya, sedang orang kafir dan munafik akan dipanggil di hadapan para makhluk, ‘Mereka adalah para pendusta terhadap Rabb mereka’”

Mizan

Mizan adalah neraca atau timbangan yang dipasang pada hari kiamat untuk menimbang amal para hamba. Ini dilakukan setelah penghisaban, karena penghisaban dilakukan untuk menetapkan segala amal, sedang mizan dilaksanakan untuk mengetahui ukurannya. Dan manusia tak ada seorang pun yang diurugikan, bahkan amalan seberat biji sawi pun pasti Allah mendatangkan pahalanya (21: 47; 101: 6-9).

Buku Catatan Amal

Selesai penghisaban dan penimbangan amal, maka masing-masing hamba mengambil buku catatan amalnya lalu membacanya. Ada yang mengambil dengan tangan kanan dan ada yang mengambil dengan tangan kiri dan dari belakangnya. Orang yang mengambil kitab dengan tangan kanannya menandakan ia diridhai Allah, sedangkan mereka yang menerima dengan tangan kiri atau dari belakang mereka menandakan Allah murka kepadanya (69: 19-29)

Shirat

Ia adalah jembatan di tengah-tengah neraka jahannam yang dilalui oleh semua manusia dari generasi paling awal hingga generasi paling akhir. Barangsiapa yang berhasil melintasinya, ia selamat dari neraka. Hal ini akan berlangsung setelah manusia meninggalkan tempat hisab. Orang mu’min akan selamat melewatinya hingga masuk ke surga sedang calon penghuni neraka akan jatuh ke dalam neraka (19: 71-72).

Dalam hadits Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa kelo,pok yang pertama kali melintasi shirat adalah Nabi Muhammad beserta ummatnya. Ketika itu tidak ada yang berbicara kecuali para rasul yang berdo’a, ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.’ Sementara di jahannam terdapat besi-besi pengait seperti duri sa’dan yang besarnya hanya Allah yang tahu. Besi-besi pengait itu akan menyambar manusia sesuai amalnya.

Disebutkan pula bahwa shirat itu adalah jembatan licin yang menggelincirkan. Tapi orang-orang mu’min melintasinya dengan cepat. Ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti terbangnya burung, dan ada pula yang seperti larinya kuda yang bagus. Ada yang selamat, ada yang terluka dan ada yang tersangkut dan jatuh ke neraka jahannam.

Qantharah

Setelah orang-orang yang beriman berhasil melintasi shirat dan selamat dari neraka, dan sebelum mereka masuk surga, mereka ditahan di atas sebuah qantharah (jembatan) antara surga dengan neraka. Sebagian mereka kemudian menuntut balas kepada sebagian yang lain berkaitan dengan kezaliman yang telah dilakukan antara mereka di dunia, barulah mereka dipersilahkan memasuki surga..

Terjadi perbedaan pendapat tentang qantharah. Ada yang mengatakan ia adalah ujung dari shirat yang dekat dengan surga. Ada pula yang berpendapat bahwa ia itu adalah jembatan lain selain shirat.

Demikianlah, semua perkara ini kita ketahui dari Allah dan Rasul-Nya. Setiap kita wajib mengimaninya tanpa harus mengetahui hakikatnya. Semoga Allah selalu membimbing kita di dunia dan di akhirat. Amin.

(Disarikan dari Dasar-dasar Aqidah Islam yang disusun Lajnah Ilmiyyah WAMY)

About these ads

One thought on “HIDUP SESUDAH MATI”

  1. `SUBHANAALLAH……… Marilah kita persiapkan mulai sekarang apa yang menjadi bekal kita kelak,smoga ALLAH memasukkan kita ke dlam gol.org yg berserah diri ke pada_NYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s