Mungkinkah Ikhwan, Hizbut Tahrir dan Salafi Bergabung?

civilsocietyicon

Oleh: Ust. Ahmad Sarwat, Lc.


Kalau pertanyaannya mungkin apa tidak, rasanya sih mungkin-mungkin saja. Apa sih yang tidak mungkin kalau Allah SWT sudah menghendaki.


Adanya kelompok semacam ikhwan, HT, salafi dan lainnya hanya sekedar sebuah ijtihad. 100 tahun yang lalu semuanya tidak pernah ada. Bagaimana mau ada, lha wong para pendirinya saja belum lahir?

Jadi kelompok-kelompok itu sebelumnya tidak pernah ada, dan sangat mungkin suatu hari nanti semuanya akan musnah hilang dari lembar sejarah.

Apalagi umat ini setiap saat berganti generasi, setiap dekade punya pahlawannya sendiri-sendiri. Selama sejarah panjang 1400 tahun, kita sudah memiliki ribuan pergerakan, bahkan kita pernah punya ratusan daulah Islamiyah.

Yang besar-besar saja, yaitu khilafah Islamiyah, kita pernah punya sampai empat kali. Khilafah Rasyidah selama 30-an tahun. Lalu khilafah Bani Umayyah di Damaskus selama kurang lebih 90-an tahun. Lalu khilafah Bani Abbasiyah di Baghdad, yang berkuasa ratusan tahun lamanya. Hingga terakhir kita punya khilafah Turki Ustamni yang mengakhirikejayaannya di tahun 1924 kemarin.

Ikhwan, salafi, HT dan sejenisnya sebenarnya mewakili pergerakan umat Islam di abad 20, yaitu setelah bubarnya khilafah terakhir. Berbagai harakah ini sebenarnya boleh dibilang semacam alternatif dari kekosongan khilafah dan kemunduran umat. Apalagi saat itu adalah masa kolonilisme dan imperialisme barat atas umat Islam.

Ada banyak prestasi yang sudah diraih selama abad 20, ada banyak peta yang berubah, dan ada begitu banyak kemunduran yang pernah ditelan.

Nah, bukan tidak mungkin di abad 21 ini, peta pergerakan berubah lagi. Boleh jadi nama-nama pergerakan di abad 20 akan hilang dan musnah. Kemudianberganti dengan pergerakan lainnya lagi. Atau bisa saja tetap ada dan masih berjaya terus. Dan bisa jadi pula khilafah Islamiyah yang pernah hilang selama 100-an tahun itu muncul lagi. Kita tidak pernah tahu. Karena semua itu rahasia Allah SWT.

Kalau anda tertarik untuk banyak menelaah masalah seperti ini, kami sarankan anda membaca sebuah karya menarik. Dalam kitabnya, Al-Muslimun baina Qarnain, (umat Islam di dua abad terakhir), Dr. Yusuf Al-Qaradawi banyak bercerita tentang hal ini. Selain segudang prestasi, umat Islam juga mengalami berbagai macam kemunduran.

Benturan Ikhwan, Salafi dan HT

Secara aqidah, ketiga kelompok ini sama-sama ahlussunnah wal jamaah. Bahkan para petingginya saling berhubungan erat. Kalau ada perbedaan, sebenarnya masalah teknis bekerja di lapangan.

Kalau HT lebih senang memulai dari membangun khilafah, ikhwan lebih suka mulai dari pembinaan pribadi hingga akhirnya baru khilafah. Sedangkan Salafi mungkin lebih sering bicara masalah pemurnian aqidah dan memberantas bid’ah.

Tetapi ketiganya sama-sama memakai Al-Quran yang sama, hadits yang sama, dan bernabi kepada nabi yang sama. Nyaris tidak ada perbedaan mendasar dari ketiganya.

Kalau ada kesan satu sama lain saling berbeda, sebenarnya hanya fenomena di level akar rumput. Boleh jadi masing-masing pendukung ‘kesebelasan’ terlibat baku hina, baku caci dan baku ejek. Memang perlu disayangkan, sebab seharusnya sikap-sikap tidak dewasa seperti itu tidak perlu terjadi. Selain haram hukumnya, yang malu kita-kita juga kalau ditertawakan oleh barisan orang kafir.

Tetapi apa mau dikata, begitulah barangkali ciri-ciri suporter sebuah kesebelasan. Bisanya hanya saling mencaci dan menabuh genderang. Kalau disuruh main bola yang sesungguhnya, belum tentu bisa.

Logika sederhananya, kalau mau akur dan rukun, ada dua jalur yang perlu dipikirkan.

Pertama, jalur kesadaran dari masing-masing elit kelompok. Para petinggi masing-masing kelompok perlu sering-sering bertemu danduduk bersama. Semua pihak harus sadar bahwa di level akar rumput memang sudah terjadi hal-hal yang kurang baik. Adalah merupakan tanggung-jawab masing-masing elit kelompok itu untuk meredam, menahan diri dan menertibkan pada pengikutnya.

Kedua, barangkali kesadaran dari elitnya belum muncul, kita bisa berharap dari akar rumput masing-masing. Penyadaran untuk saling akur dan rukun tidak selamanya harus top down, bisa saja bersifat bottom-up. Dari bawah ke atas.

Untuk itu memang perlu sosialisasi tentang kesadaran kerukunan dan berukhuwah, mengurangi perbedaan pandangan yang mengarah kepada perpecahan, bahkan perlu kajian dan analisa tentang dampak negatif dari munculnya keributan antara kelompok.

Kita mungkin belum mampu untuk mengatakan kepada masing-masing kelompok untuk masing-masing membubarkan diri lalu bersatu dalam satu wadah bersama. Tetapi setidaknya kita bisa berharap bahwa masing-masing tetap berjalan beriringan, saling bela, saling hormat, saling sayang, saling melengkapi dan saling bersikap husnudzdzan.

Mungkin tidak ada salahnya, masing-masing kelompok diajak untuk membahas dna merenungi ayat-ayat berikut ini:

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. AlHujurat: 8)

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. AlHujurat: 9)

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (QS. AlHujurat: 10)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.(QS. AlHujurat: 11)

Semoga Allah SWT menyatukan hati-hati umat Islam dan menghangatkan kemesraan dalam memperjuangkan agama-Nya. Amien

Ahmad Sarwat, Lc

About these ads

13 gagasan untuk “Mungkinkah Ikhwan, Hizbut Tahrir dan Salafi Bergabung?

  1. Islam itu satu. Umat Islam pun satu. Kesan Islam tidak bersatu adalah karena adanya ragam pemahaman yang berbeda dalam masalah furu (cabang) yang tidak disikapi secara dewasa oleh umat Islam sendiri.

    Sesungguhnya perbedaan pendapat/ragam pemahaman dalam masalah furu itu sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW, tapi perbedaan itu tidak menyebabkan mereka terpecah belah. Karena mereka faham mana yang ushul (pokok) dan mana yang furu dalam agama? Mana yang bid’ah mana yang ijtihadi? Mana yang tsawabit (permanen/tidak boleh berubah-ubah) dan mana yang mutaghayyirat (fleksibel/bisa berubah-ubah)?

    Yang terjadi saat ini, ada dari saudara kita kaum muslimin yang memaksakan/merasa benar sendiri dengan pendapatnya tanpa berusaha mendalami terlebih dahulu pendapat saudaranya yang lain yang sesungguhnya juga memiliki dasar yang kuat.Hal ini diperparah dengan timbulnya kedengkian antara satu dengan yang lain, shuudzan, dan saling menuduh.

    Saat ini kita memerlukan kelapangan dada untuk mau sejenak mendengar pendapat orang lain. kalaupun harus berdebat, maka lakukanlah dalam suasana dialog yang sehat, santun, dan penuh rasa persaudaraan serta cinta kasih, karena sesungguhnya banyak ‘benturan’ terjadi berawal dari bias informasi.

    Saya optimis, saat mayoritas umat ini bener-benar telah terbimbing dengan baik oleh para ulama dan para da’i, dan dipimpin oleh para pemimpin yang baik, Insya Allah…tidak lama lagi…tidak lama lagi…tidak lama lagi, Islam akan kembali jaya, meskipun perbedaan pendapat mestilah masih ada.

    Wallahu a’lam.

  2. Semua pendapat di atas adalah benar.Pengambilan dalil naqli alqur’an Alhadis sudah tapat,argumen aqliyahnya juga sudah mafhum semua muslim selain beberapa golongan saja misalnya syiah, memang agak berbeda,
    Firqoh pebedaan sekte aliran di Islam ini YANG SULI DISATUKAN menurut saya bisa saja DISATUKANA SAJA PAKSA. karena tidak adanya pelopor yang kuat yang mempunyai kekuatan dhohiriyah bathiniyah yang ditegakkan secara berdaulat hukmiyah secara legal undang-undang yang dkuatkan dalam bentuk peraturan kenegaraan.
    Kalau ada sebuah wadah yang berbentuk negara dan undang -yang memaksa umat islam harus bersatu. saya kira tepat dan berhasil.
    itulah sebabnya minimal di Indonesia partai PKS KITA DOAKAN MENANG SEHINGGA BISA SEOLAH MEMILIKI NEGARA LALU KEMUDIAN KITA BUAT SAJA ATURAN UNDANG-UNDANGNYA YANG MENGHARUSKAN SELURUH UMAT ISLAM INDONESIA ADALAH SATU.KITA HILANG KAN SEMUA PARTAI ISLAM KECUALI SATU,ATAU TIDAK USAH ADA INI DAN ITULAH MELAINKAN HANYA SATU.
    ITULAH UMMATAN WAHIDATAN
    GITU KOK REPOT MENGARANG PANJANG-PANJANG KOK SULIT.

  3. Semudah itukah mempersatukan umat sebagaimana khayalan bang Tegor?. Lagipula, jangan samakan antara makna firqoh dengan jamiyyah. Salafy, HTI, Ikhwan dan yg lainnya, selama bermisi untuk menegakan Al-Qur’an dan Sunnah maka ketiga kelompok tersebut termasuk jamiyyah atau ahlussunah wal jamaah. Maka lebih tepat jika disebut berbeda jamiyyah dan bukan berbeda firqoh. Karena satu firqoh yg masuk surga diantara 73 firqoh yang akan masuk neraka ialah mereka Al-Jamaah yang menjaga dan menghidupkan Qur’an dan Sunnah. Selama golongan2 agama Islam di Indonesia beraliran Qur’an dan Sunnah, maka semuanya termasuk yang satu firqoh tersebut, kecuali syiah dan ahmadiyah yg sudah jelas mendistorsinya. Lalu jika bang Tegor berkhayal ingin membuat UU yang mengharuskan umat Islam seluruh Indo adalah satu, apakah bang Tegor ridho menghapuskan Al-Jamaah? sedang di negeri ini masih banyak golongan yang tidak apik dalam berpedoman kepada Qur’an dan Sunnah, dan sedangkan Al-Jamaah itu ialah ahlusunnah wal jamaah. Apakah bang Tegor yakin seluruh umat muslim Indo tergolong Ahlusunnah wal jamaah?. Dan terakhir perkataan bang Tegor, “KITA HILANG KAN SEMUA PARTAI ISLAM KECUALI SATU”, PKS kah yang antum maksud partai yang satu itu? beranikah antum bersumpah dengan nama Allah bahwa PKS itu partai Islam?. Saya dulu orang PKS, dan tidak lagi untuk saat ini, karena PKS bukan partai Islam lagi sebagaimana dulu ketika masih PK. Saya tinggalkan PKS atas nama ALLAH! Allahu Akbar!

  4. Kalau HT lebih senang memulai dari membangun khilafah, ikhwan lebih suka mulai dari pembinaan pribadi hingga akhirnya baru khilafah. Sedangkan Salafi mungkin lebih sering bicara masalah pemurnian aqidah dan memberantas bid’ah………………
    DAKWAH NABI DIMULAI DARI YANG MANA???/
    BANGUN KHILAFAH???
    BINA PRIBADI TRUS KHILAFAH……………
    ATAUKAH???…..PEMURNIAH AKIDAH DARI SYRIK???
    LALU IM?HT? SALAFY? BERPIJAK DIMANA?
    jawab mas………..

  5. Menurut saya secara substansi, tidak ada perbedaan yang berarti antara HT, Ikhwan dan Salafy. Perselisihan yang terjadi di antara mereka mungkin lebih sering diakibatkan minimnya komunikasi dan kesalahfahaman , atau adanya oknum-oknum dari mereka yang memang tidak bisa bersikap dewasa ketika berbeda pendapat.

    Dakwah Nabi dimulai darimana?

    Jika kita coba telusuri sirah nabawiyah kita akan menemukan bahwa langkah-langkah dakwah Nabi sesuai dengan realita yang dihadapi beliau adalah seperti ini:

    FASE MAKKAH
    1. Melakukan penyebaran prinsip dan ajaran Islam
    2. Membina pribadi-pribadi muslim
    3. Membangun komunitas kaum muslimin
    4.Merahasiakan dakwah & komunitasnya (dalam keadaan tertentu)
    5. Menjauhi konfrontasi dengan musuh (Quraisy)
    6. Menjauhi peperangan
    7. Sabar terhadap cobaan dan siksaan
    8. Terus berupaya mencari dukungan bagi dakwah (mencari dukungan basis massa & mencari basis teritorial)

    FASE MADINAH
    1. Setelah memperoleh dukungan basis massa & tersedianya basis teritorial (Madinah), Nabi berupaya melakukan pengokohan basis masyarakat dan basis teritorioal tersebut.
    2. Melakukan penataan daulah (negara)
    3. Melakukan dakwah secara menyeluruh

    Memperhatikan fase dakwah Nabi tersebut di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kita tidak dapat melakukan dakwah secara parsial (aqidah saja, akhlak saja, politik saja, dlsb).

    Pemahaman yang beragam terhadap sejarah gerakan dakwah Nabi menyebabkan formula gerakan dakwah yang berbeda pula pada masa kini.

    HT menyebut bahwa langkah dakwahnya merujuk kepada thoriqoh dakwah Nabi, maka yang mereka lakukan adalah melakukan 3 marhalah (tahapan):
    1. Marhalah tatsqif (pembinaan wawasan/pengetahuan Islam)
    2. Tafaul ma’al ummah (bergaul dengan masyarakat untuk menyebarkan gagasan islam)
    3. Istilamul hukmi (penyerahan pemerintahan kepada gerakan Islam)

    Ikhwan pun menyebut langkah dakwahnya merujuk kepada manhaj dakwah Nabi, maka yang mereka lakukan adalah:
    1. Ishlahul fardi (pembinaan pribadi muslim dengan aqidah, syariah, & akhlak Islam)
    2. Takwin baitul muslim (membentuk keluarga yang islami)
    3. Irsyadul mujtama (membimbing masyarakat menuju aqidah, syariah & akhlak yg islami)
    4. Ishlahul hukumah (perbaikan pemerintahan)
    5. Binaul khilafah (penyiapan khilafah)
    6. Ustadziyatul alam (memandu dunia kepada Islam).

    Implementasi di lapangan yang mereka lakukan adalah:
    1. Membina umat agar memiliki komitmen dan kekuatan aqidah

    2. Berupaya mewujudkan supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat sehingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual Islamlah yang paling siap menyelamatkan dunia.

    3.Mewujudkan sebaran kultural yang luas dimana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan – untuk sebagiannya – tersimbolkan dalam tampilan-tampilan budaya, seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, istilah-istilah umum dalam pergaulan dan seterusnya.

    4.Memasukan SDM yg memiliki kapasitas akademis yang handal untuk dapat mentransformasikan ajaran-ajaran Islam kedalam format konstitusi, undang-undang dan derivasi hukum lainnya.

    5.Memunculkan tenaga leadership di tingkat negara, yang visioner dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola negara.

    6.Mengupayakan kemandirian material yang memungkinkan negara yg dikelolanya tetap survive begitu menghadapi isolasi atau embargo.

    7.Membangun kapasitas pertahanan yang tangguh, sebab tantangan eksternal yang mungkin dihadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga gangguan pertahanan.

    8.Menjalin koneksi internasional yang akan memungkinkan mereka tetap eksis dalam percaturan internasional, atau tetap memiliki akses keluar begitu kita menghadapi embargo atau invasi.

    9. Memobilisasi tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik – bersama publik – yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi. Partai-partai politik itu harus menjadikan Islam sebagai proposal politiknya.

    Setelah langkah ini berjalan sempurna, tahapan yg akan mereka lakukan berikutnya adalah:

    1.Mempelopori konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim, menyangkut masalah politik, ekonomi, sosial, pertahanan keamanan, dan peradaban Islam secara umum.

    2.Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi diantara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar negara.

    3.Setelah itu membentuk persekutuan bangsa-bangsa muslim. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna, akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat imam yang satu (khilafah)

    Salafy pun menyebut dakwahnya merujuk kepada manhaj dakwah Nabi, yang mereka lakukan adalah pembinaan kepada pribadi dan masyarakat agar berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah Nabi sesuai pemahaman salafu shalih. Disamping itu mereka pun menyampaikan nasihat kepada para pemimpin umat agar sesuai dengan ajaran Islam.

    Kurang lebih demikian Mas/Mbak, mudah-mudahan Anda tidak lagi apatis. Semoga Allah selalu mempersatukan kita dalam keridhoannya.

  6. Menurut saya IM dan HT mempunyai garis2 perjuangan yg sama, antar pemimpinnya pun bersahabat. Tidak ada caci-maki antar mereka. Salafi? Salafi sbnrnya adalah suatu manhaj -metode- dalam memahami quran dan sunah. Tapi ada yg membawa nama salafy menjadi kelompok tertentu kemudian tidak menganggap salafi pada kelompok lain. Salafy jenis ini tidak bisa diterima.

  7. ustad
    afwan…mohon tanggapannya
    dari apa yang telah saya pelajari, menyikapi perbedaan memang susah sekali, tapi ketiga orang yang merasa berada dalam golongan2 itu juga sulit untuk bersatu,
    jika saya amati, ternyata hal ini terjadi karena pedoman, selain alquran dan hadits yang digunakan punya petunjuk yang berbeda atas gerakan mereka, inilah yang membuat berbeda, jika demikian, apakah dengan meninggalkan semuanya adalah pilihan terbaik untuk menghindarkan diri dari kesalahan dalam beragaman???
    syukron

  8. Mereka semua berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah, hanya saja dalam implementasi mungkin berbeda. Selama hal itu dalam wilayah ijtihadi, seharusnya tidak menjadi sebab penghalang terwujudnya persatuan.

    Apakah kita harus meninggalkan semua kelompok, firqoh, dan organisasi yang ada? Menurut pendapat saya, pertama kita harus mendudukkan permasalahannya dulu. Kita harus memandang secara proporsional bahwa kelompok dan organisasi itu hanyalah alat atau wadah perjuangan.

    Jika dengan alat/wadah itu kita malah menjadi tidak ikhlash dan dikuasai hawa nafsu, tidak bisa meninggalkan fanatisme, selalu berburuk sangka kepada orang lain, jadi suka menyakiti dan mencela, jadi rajin jidal, dan tidak mau berdialog dengan baik; maka meninggalkannya adalah kemestian.

    Tapi sebaliknya, jika dengan bergabung dengan salah satu kelompok itu membawa kebaikan bagi agama kita. Maka tidak ada salahnya kita tetap bergabung.

    Yang harus diingat, bergabung atau tidak dengan salah satu kelompok, jika sifat-sifat jelek yang tadi saya sebutkan ada dalam diri kita, maka jelas itu adalah kesalahan.

    Wallahu a’lam

  9. Pada zaman dulu juga terdpt perbedaan penafsiran dalil2 dan menyebabkan lahirnya madzhab2, namun mrk tetap dpt bersatu dan menegakkan syariat islam secara kaffah. Menurut pengamatan saya, hal tsb dikarenakan mrk tetap berpegang pd Alqur’an dan Hadits sbg acuan utama/sbr hkm utk menetapkan hkm positif selanjutnya. Jadi bisa kita lihat utk organisasi/jama’ah yg secara resmi (bkn oknum organisasi) telah menyatakan/menetapkan sesuatu tdk berdsrkan ketentuan syariat-Nya maka seyogyanya seluruh umat islam menganggap organisasi tsb telah sesat/organisasi kufur.
    Ada beberapa hal yg seharusnya umat berhati terutama kpd isme2 yg dibawa oleh orientalis barat kpd umat islam, spt demokrasi, sekulerisme, kapitalisme dan sosialisme. Ke-4 isme tsb telah jelas digunakan utk memutuskan hkm positif yg berlaku di umat, sedangkan telah jelas diberbagai dalil (Alqur’an dan Hadits) bahwa kita tdk boleh/haram menggunakan cara/uslub dan thariqah/metode yg bertentangan dgn syariat islam. Mgk sebagian umat tdk memahami makna/prinsip dr isme2 tsb, namun menurut saya ini suatu kecerobohan yg membawa kesesatan pd umat.

  10. Kebanyankan perseteruan antar harakah Islam pd saat ini lebih sering diakibatkan faktor akhlak dan saling salah persepsi diantara mereka.

    Contoh pertama:
    Yusuf Qaradawi direndahkan dgn berbagai macam ungkapan, diantaranya disebut: “Kurang Kerjaan”, disebabkan ‘konon katanya’ bangga dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia. Padahal apa yg mereka tuduhkan itu tidak benar. Penghinaan dan tuduhan itu muncul karena kurangnya tabayyun dan sikap husnu dzan sesama muslim.

    Lihat:
    http://islamedia-online.blogspot.com/2010/12/inilah-media-penghina-ulama.html?showComment=1291952354699

    http://hizbut-tahrir.or.id/2010/12/09/qaradhawi-menilai-qatar-menjadi-tuan-rumah-piala-dunia-2022-sebagai-kemenangan-pertama-bagi-umat-islam/

    http://islamedia-online.blogspot.com/2010/12/syeikh-qaradhawi-saya-tidak-memiliki.html?showComment=1291931741949

    http://islamedia-online.blogspot.com/2010/12/berbaik-sangka-kepada-ulama_08.html?showComment=1291944304557

    Sayangnya setelah begitu jelasnya berita itu, pihak yg menghina, sampai saat ini saya berkomentar kelihatannya enggan memuat klarifikasi. Walaupun sudah dikirim berkali-kali.

    Ada apa??? Kenapa???

    Contoh kedua:
    Gerakan yg memanfaatkan demokrasi sering dipersepsikan sebagai orang-orang yg setuju demokrasi, padahal mereka sekedar memanfaatkannya dengan tetap memperhatikan rambu-rambunya, yakni jangan sampai terjebak/turut serta dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yg halal.

    Silahkan baca link berikut ini:
    http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1136962825

    Hal tersebut memang debatable. Tapi seandainya masing2 pihak berusaha mendekatkan persepsi, tidak akan terjadi perdebatan berlarut-larut dalam hal seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s