Diposkan pada Akhlak

MEMELIHARA SPIRIT KEHIDUPAN BERJAMA’AH

 

Bulan Ramadhan telah berlalu. Salah satu spirit Ramadhan yang harus kita pelihara saat memasuki Syawal ini adalah spirit kehidupan berjama’ah.

Sebagian orang menyebut Ramadhan adalah syahrul jama’ah (bulan jama’ah/komunitas muslim). Sebutan itu tidaklah berlebihan, Ramadhan memang menggiring kaum muslimin kepada aktifitas ibadah secara kolektif: shalat shubuh berjama’ah, ta’lim, tadarus, shalat tarawih, dan lain sebagainya. Semua dilakukan berjama’ah dengan penuh semangat.

Spirit kehidupan berjama’ah seperti inilah yang hendaknya selalu dipelihara dan dijaga; karena spirit inilah yang kini nyaris hilang. Ramadhan telah mengingatkan kita bahwa mu’min itu satu jama’ah; satu keluarga; satu kutlah (kelompok) dalam menghambakan diri kepada Allah azza wa jalla. Karenanya menumbuhkembangkan kembali ruhul jama’ah pasca Ramadhan adalah keniscayaan bagi kita.

Sekurang-kurangnya ada tiga alasan mendasar mengapa kita harus mengokohkan ruhul jama’ah:

 

Berjama’ah adalah perintah Allah

            Allah azza wa jalla berfirman:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

 

Mu’min itu bersaudara

            Hal ini ditegaskan Allah dengan firman-Nya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

 

Mu’min itu bagai satu bangunan

            Al-mu’minu lil mu’mini kal bunyaani, seorang mu’min terhadap mu’min lainnya seumpama bangunan, yasyuddu ba’dhuhu ba’dhon, saling mengokohkan satu dengan yang lain. Demikian sabda Nabi SAW.

           

            Ketahuilah, perpecahan itu akan melemahkan kekuatan kita, sementara keengganan bersatupadu akan menyebabkan kekacauan dan kerusakan di muka bumi.

 

“Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

 

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang Telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: 73).

Mari kita rapatkan barisan dan menyongsong kejayaan Islam. Satukanlah langkah dalam mewujudkan kemaslahatan dan rahmat bagi semesta alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s