Diposkan pada Khutbah

SELAMATKAN BANGSA DARI KEHANCURAN MORAL

Oleh: Ir.H.Tifatul Sembiring

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil Hamd.

Hadirin kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di surau-surau, di desa-desa, di gunung-gunung, di kampung-kampung di seluruh pelosok negeri Islam.

Pekik suara itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara malaikat nan tengah khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah swt.

Getarkan qalbu mu’min, yang tengah dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridho, penuh roja’ –harap-harap cemas akan hari perjumpaan dengan Khaliq, Pencipta.

Takbir berkumandang di seluruh dunia.

Di Palestina, dimana Yahudi la’natulllah ‘alaihim tengah bersorak sorai setelah sukses menipu kaum muslimin. Sebanyak 400 orang pemuda Hamas yang berani mati, di eksekusi, setelah peluru terakhir mereka habis ditembakkan.

Ribuan tentara Yahudi Israel semakin gencar menggilas dan memporak porandakan tempat tinggal kaum muslimin, kaum lelaki dibunuh, anak-anak dianiaya dan perempuan-perempuan dinodai.

Masjidil Aqsha, mereka injak-injak kehormatannya. Di tanah yang telah diwashiyatkan oleh Umar Ibn Khattab untuk dijaga, negeri yang telah ditebus oleh Sholahuddin Al-Ayyubi dengan darah para syuhada.

Kini mereka mengadu domba antara Fatah dengan Hamas, membelah dua negeri itu dan berupaya memojokkan para pejuang Palestina.

Maha terpuji Engkau Ya Allah

Dalam limpahan nikmat yang menyenangkan jiwa kami.

Dalam genangan darah yang menyedihkan hati kami

Dalam kobaran api dendam musuh-musuhmu dan musuh kami, yang meluluh lantakkan rumah-rumahMu, Tempat bernaung hamba-hamba-Mu

Takbir berkumandang Di Iraq,

Negeri dengan bangunan-bangunan bersejarah nan telah rata dengan tanah, kekayaan ummat yang coba dijarah oleh Amerika. Setiap hari kita saksikan pembunuhan demi pembunuhan. Penangkapan dan penggeledahan rumah-rumah yang kerap disertai dengan penganiayaan. Dan hati kita sedikit terobati, kala tentara penjajah tersungkur, dihajar peluru-peluru mujahiddin.

Sudah lebih 700.000 kaum muslimin Iraq mati terbunuh. Inilah ulah sikap bar-bar dari George Bush, yang telah dikutuk oleh masyarakat dunia termasuk oleh Rakyat Amerika sendiri.

Oh, Fallujah, Oh Samara. Negeri muslim yang mereka bombardir setiap hari. Darah ummat menggenang, nyawa-nyawa tak berdosa meregang, korban-korban cacat, hidup penuh penderitaan.

Di Afghanistan,

Keping-keping reruntuhan, seolah wilayah yang tak lagi bertuan. Puas memborbardir kawasan muslim ini, tentara Amerika pergi menghindar dan membiarkan penduduknya terlantar.

Takbir berkumandang di Bengkulu, di Muko-Muko, di Lais di Argo Makmur

Puluhan ribu rumah hancur, ribuan masjid rubuh

60 kali lebih frekwensi gempa terjadi mengguncang tanah

Meratakan lebih 26.000 bangunan dan rumah

300 masjidpun tak bisa lagi digunakan untuk beribadah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd

Allahu Akbar, Allah Maha Besar

Allah, Maha Besar dimana-mana

Allah, Maha Besar diatas segala makhluk-makhlukNya

Allah, Maha Pelindung dan Penolong

Lindungannya amat kuat

Allah, penguasa Hari kiyamat

Hari yang Maha dahsyat

Hari ketika seorang ibu melemparkan bayi yang tengah disusuinya

Hari ketika setiap yang hamil gugur

Hari dimana manusia seperti mabuk, padahal sesungguhnya mereka tidak mabuk

Akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (QS. 22:2-3)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied yang dimuliakan Allah swt

Hari ini kita merayakan Iedul Fithri 1429 H, bertepatan dengan 2008 M. Kita berkumpul di tempat yang berbahagia ini, untuk bertaqarrub kepada Allah swt. Merendahkan diri, bersujud kepada-Nya, serta berulangkali membesarkan Asma-Nya dengan teriakan takbir, Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…Walillahilhamd.

Pada hari ini dengan berat hati, kita meninggalkan bulan suci Ramadhan nan penuh berkah. Dimana Allah swt pada hari-harinya telah mencurahkan rahmah, memberikan kucuran maghfirahnya serta membebaskan manusia dari siksaan api neraka.

Mudah-mudahan segala perjuangan amal ibadah kita, ruku’ kita, sujud kita, shiyam kita, qiyam kita diterima oleh Allah swt. Semakin taqarrub kita kepada Allah swt, serta memberikan buah ibadah yang dijanjikan yaitu derajat taqwa.

Mudah-mudahan segala radang, demam karena begadang kita, keletihan dan cucuran air mata kita dalam memohon ampunan dan menghiba agar mendapatkan rahmat Allah swt, didengar oleh yang Maha Pengasih.

Yaa Arhamarrahimiin, irhamnaa…

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil Hamd.

Ingatkah kita, wahai para hadirin/hadirat Rahimakumullah.

Betapa banyak sudah, nikmat Allah swt kepada kita semua yang sudah kita reguk.

Ketika pagi mulai bersemi, ketika manusia mulai terjaga dari tidurnya.

Kemudian Allah swt menerbitkan mentari yang memberikan kehangatan.

Menghangatkan bumi dan juga jiwa kita.

Adakah kita ingat bersyukur pada Allah swt atas pemberian dan karunia itu?

Kita dengar indahnya suara kicau burung, yang menjadikan jiwa kita senang dan tenang. Menumbuhkan gairah pagi untuk memulai aktifitas.

Adakah kita ingat bersyukur pada Allah atas pemberian dan karunia itu?

Kita pandang berbagai warna bunga nan mekar mewangi.

Kita hirup udara segar, oksigen yang Allah keluarkan dari pohon-pohon. Tubuh kita bernafas hingga jadi sehat dan bisa terus hidup.

Kita lihat segar pucuk-pucuk daun, yang masih basah oleh titik-titik embun yang menetes seolah terasa membasuh relung-relung jiwa kita.

Adakah kita ingat bersyukur kepada Allah swt atas pemberian dan karuniaNya itu?

Bagaimana sekiranya semua itu tidak ada, bagaimana jika semua nikmat itu dicabut oleh Allah swt?.

”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau dustakan?”Qs Ar-Rahman.

Kata seorang penyair:

Oh, titik embun yang menetes, membasuh relung jiwaku

Oh, kicau burung menyambut surya bersemi.

Duhai Ilahi, meski malu kami datang

Dengan dosa-dosa tiada terbilang

Betapa banyak nikmat-Nya yang telah kita reguk,

Seteguk air yang menghilangkan dahaga, sesuap nasi yang menyirnakan rasa lapar, kelak pasti akan ditanya.

“Kemudian, hari ini sungguh kalian akan ditanya tentang nikmat-nikmat (yang kalian rasakan)”.

Maka, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa,

Allah !!, Malikiyau middin, Pemilik urusan di hari kiyamat, dihari seseorang tidak dapat menolong orang lain. Hari dimana seorang anak manusia lari dari ayah dan ibunya, lari dari kaum dan kerabatnya.

Allah!!, Penguasa Yaumul Mahsyar, Padang yang maha luas, tempat berkumpulnya manusia al-awwaluun wal Akhiruun.

Yang akan memperlihatkan kepada kita catatan-catatan, tentang apa-apa yang pernah kita kerjakan, catatan tentang apa-apa yang telah kita lalaikan.

Akan dihitung segala perbuatan kita, akan ditimbang segala kebaikan dan keburukan kita, akan dihisab semua manusia, dihari perhitungan ini.

Bukankah Aku sudah panjangkan umur engkau?

Takutlah kepada adzab Allah, dengan sebenar-benar rasa takut.

Allah !!, pemilik neraka jahannam, Kelak, tempat orang-orang kafir akan digiring secara berbondong-bondong.

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan api. Di dalamnya ada malaikat-malaikat penjaga yang keras dan bengis”.(QS At-Tahrim : 6)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil Hamd.

Hadirin Jama’ah iedul Fithri yang berbahagia,

Sejak akhir tahun 2004 sampai sekarang, bencana dinegeri kita tercinta ini, seolah tidak ada henti-hentinya terjadi. Mulai dari gempa di NAD dan Nias, Banjir bandang di Jember dan Trenggalek, banjir bandang di Sinjai, Sulsel. Tanah longsor di Luwu Utara, Sulteng. Banjir di Bolaang Mongondow, Tanah Longsor di Gorontalo. Gempa Di Jogya, Gunung Merapi meletus, banjir besar di Jakarta, Tsunami di Pangandaran dan Kebumen, Gunung meletus di Kalsel, gempa di Sumatera Barat. Kapal laut tenggelam, pesawat Adam Air hilang dengan 110 penumpang.

Kota Bukit Tinggi nan indah dan elok berubah jadi mencekam, ngarai runtuh, sampai gempa terakhir di Bengkulu.

Belum selesai kita tangani yang satu, sudah datang lagi bencana berikutnya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil Hamd.

Hadirin Jama’ah iedul Fithri yang berbahagia,

Sesungguhnya ada korelasi, hubungan yang kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau kerusakan akhlak manusia. Terjadi bencana, disebabkan akhlak manusia yang rusak dan banyak berbuat maksiyat kepada Allah swt. Banyak orang sekarang, yang hanya takut kepada manusia, tapi tidak takut kepada Allah swt. Mereka melampiaskan seluruh nafsu dan ketamakan, serta berlaku sewenang-wenang dengan segala kekuatan yang mereka miliki.

Allah swt berfirman:

”Kalaulah sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh Kami akan bukakan atas mereka Keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka dengan kedustaan itu”. (QS 7:96)

Ayat Allah yang tidak bisa kita bantah sama sekali. Jadi jelas sekali keterangan Allah swt dalam Al-Qur’an, jika manusia itu iman dan taqwa maka keberkahan melimpah.Tapi kalau ingkar dan maksiyat, maka Allah swt akan datang adzab dan musibah.

Tengoklah bagaimana kerusakan moral di negeri ini.

Baru-baru ini diungkapkan data, bahwa ada 500 jenis VCD porno buatan asli Indonesia sudah beredar diperjual belikan. Dan yang paling mengerikan adalah bahwa bintangnya anak-anak yang masih di SMP dan SMU.

Masih sanggupkah kita menghadapkan muka kita di hadapan Allah di Padang Mahsyar besok? Sanggupkah kita menjawab pertanyaan Allah kelak? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap pendidikan anak-anak kita?

Korupsi merajalela, Indonesia mendapat ranking no 1 terkorup di Asia, dan no 3 terkorup di dunia. Sebuah Prestasi negatif !!

Luar biasa, kasus-kasus korupsi yang melanda anggota legislatif, eksekutif bahkan oknum jaksa pun terlibat jual beli perkara dengan seorang brooker perkara. Mengapa orang begitu mudahnya memakan sesuatu yang haram??

Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda:

”Tiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka nerakalah tempatnya?”.

Perzinahan, perselingkuhan bahkan dilakukan oleh salah seorang anggota DPR dengan seorang penyanyi dangdut, dan divideokan pula, seolah ingin “show of force”.

Seorang ibu membunuh 3 orang anaknya di Bandung, lantaran takut miskin.

Seorang anak remaja membantai seluruh keluarganya, termasuk ayah ibunya di Medan.

Ada orang mati kelaparan di Makassar. Bagaimana ini?. Malu kita sebagai anak bangsa, bagaimana mungkin ketika kita sekeluarga tidur kekenyangan, sementara ada tetangga lain yang resah dan mati lantaran lapar.

Soal diajukannya RUU APP, malah ditolak. Sementara moral generasi muda semakin rusak.

Merebaknya kesyirikan dan tayangan-tayangan yang merusak aqidah di televisi.

Inilah diantara bentuk kerusakan akhlak dan moral manusia di negeri ini. Bagaimana adzab tidak datang secara bertubi-tubi. Penyebabnya adalah ulah tangan manusia itu senidiri: Zhaharal fasadu fil barri wal bahr, Bima kasabat aydinnas

Oleh sebab itu hadirin dan hadirat rahimakumullah, marilah kita bertaubat kepada Allah swt. Marilah kita kembali ke jalan yang benar. Jangan lagi karena ulah-ulah kita, Allah menjadi murka.

Memang, Allah swt adalah Arrahman arrahim, tapi juga Adzab Allah sangat pedih.

Apabila sudah banyak kotoran maksiyat ditengah masyarakat, maka Allah swt akan menggerakkan sapunya, dan ini bisa menimpa siapa saja yang bersalah maupun yang tidak bersalah. Kalau Allah swt sudah menggerakkan sapunya, maka tidak ada lagi orang yang mampu menahan laju sapu itu.

Karena manusia maksiyat, lantas Allah swt mendatangkan adzab, nau’dzubillahi min dzalik.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Walillahil Hamd.

Sekali lagi, perbaikilah moral bangsa ini, perbaiki moral seluruh stack holder negeri ini, termasuk moral para pemimpinnya, moral penguasa, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Juga mental dan moral aparat penyelenggara negara yang masih melakukan korupsi. Termasuk pula moral rakyat, kebiasaan-kebiasaan negatif yang merangsang orang untuk cepat kaya, sekalipun dengan cara-cara yang tidak wajar

Kehancuran moral ini juga berimbas kepada kerusakan lingkungan, rusaknya hutan, punahnya satwa-satwa asli Indonesia. Illegal loging merajalela, hutan-hutan digunduli, cagar alam dirusak, hingga merusak ekosistem, merubah perilaku iklim, climate change. Padahal nikmat kekayaan alam ini mestilah kita syukuri, agar ditambah oleh Allah swt. Eksploitasi hasil alam harus dibarengi dengan pemeliharan dan perlindungan lingkungan.

Kehancuran moral juga berakibat kepada rusaknya persatuan, merebaknya isu separatisme. Bisa jadi karena faktor ketidak adilan penguasa masa lalu. Pembagian hasil alam yang tidak seimbang. Memang ironis, apa yang terjadi pada masa orde baru, dimana faktanya dari tiga wilayah, Aceh, Riau dan Papua yang paling kaya sebagai penghasil barang tambang terbesar di Indonesia, akan tetapi kenyataan masyarakatnya didera oleh kemiskinan.

Kehancuran moral juga menyebabkan berkembangnya penyakit-penyakit baru, dan perilaku aneh, seperti narkoba, kasus homoseks, dan pembunuhan berantai oleh pasangan kencannya, baru-baru ini.

Kehancuran moral akan berakibat kepada kehancuran fisik, maka adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk memperbaiki moral bangsa ini, moral ummat ini yang sesuai dengan akhlaqul karimah.

Kita harus berupaya merubah keadaan ini, menjadi lebih baik pada masa-masa mendatang. Dengan cara berdakwah, mereformasi, mengajak orang berubah, sebab firman Allah swt:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du: 11)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Walillahil Hamd.

Kita mulai dari memperbaiki diri kita sendiri, kita punya hak untuk memperbaiki diri kita sendiri, bukan bangsa lain yang akan merubahnya, namun diri kita.

Kita punya hak untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Perbaiki diri, lalu kita bimbing keluarga, lantas ajak masyarakat luas, dan bahkan jika mampu, maka kita juga harus berdakwah pada level negara. Memperbaiki sistem dan pengelolaan negara yang masih centang perenang ini. Baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Sebentar lagi tahun 2009 akan berlangsung sebuah pesta demokrasi, yang masih menyisakan tanda tanya, apakah akan membawa perubahan signifikan bagi masa depan ummat Islam? Atau kita akan terus termehek-mehek dibawah kekuasaan lalim dan jahil?

Apakah kita ikut-ikutan memilih kembali pemeritah yang malas dan tidak peduli kepada nasib ummat?

Yang hanya pandai menjual asset Negara dengan harga murah, dikuasai asing, memperbesar hutang, atau paling tidak menaikkan harga dan tarif yang semakin mencekik rakyat.

Apakah kita mau diumpan dengan serangan fajar 100.000 rupiah kemudian menggadaikan masa depan, dan mau memilih kembali sang politisi busuk itu? Pelaku KKN, tanpa moral, terlibat narkoba, ijazah palsu, mencap teroris kepada ummat Islam. Apakah kita masih mau ditipu dan diberikan janji-janji kosong untuk kembali memilih para koruptor ini berkuasa? Terserah kepada kita, Ummat Islam harus mengambil sikap yang benar dan tegas.

fa dzakkir, inna dzikra tanfaul mu’minin

Al-Mar’u ma’a man ahabba

“Seseorang akan bersama siapa yang ia cintai”

Ummat harus berpartisipasi memilih pemimpin-pemimpin Islam yang shaleh dan tha’at serta takut kepada Allah.

Kegembiraan kita di hari lebaran ini, hendaknya juga tidak mengurangi kepedulian terhadap kaum muslimin yang tengah menderita di belahan dunia lain. Baik yang berada di Iraq, yang di Palestina, di Afghanistan.

Demikian juga perhatian kita terhadap korban bencana yang masih menginap di bangunan seadanya, di Bengkulu, di Muko-Muko, di Lais, di Argo Makmur, di Sumatera Barat, di Jambi.

Selanjutnya marilah kita bedoa, agar dijauhkan dari segala macam musibah, apalagi musibah dalam agama. Cukuplah musibah di bidang ekonomi dan politik, jangan ada lagi bencana setelah ini. Amien Ya Rabbal ’alamien.

A’udzubillahi minas syaithanirrajim

Allahumaghfirlana, waliwa lidayya warhamhuma kamaa rabbayana shighara

Ya Allah, limpahkanlah Rahmat serta Maghfirah Engkau kepada kami

Ya Allah terimalah segala amal Ramadhan kami, shiyam kami dan qiyam kami

Ya Allah jadikanlah amal-amal Ramadhan kami sebagai pemberat timbangan kebaikan kami di padang Mahsyar kelak, Ya Allah Ya Arhamar Rahimin, Irhamna

Ya Allah muliakanlah kami di syurga Engkau yang maha luas

Janganlah Engkau hinakan kami di neraka jahiiim !!

Kumpulkan kami beserta istri-istri kami, anak-anak kami dan cucu-cucu kami

Di Syurga Engkau yang Maha Tinggi Ya Allah

Beri petunjuk kami Ya Allah

Rabbana zhalamna anfusana wa inlam taghfirlana watarhamna lanaku nanna minal khasirin.

Ya Rabbana, kami telah menzhalimi diri kami, sekira Engkau tidak ampuni kami dan kasihi kami tentulah kami tergolong kepada orang-orang yang merugi.

Ya Ar hamar Rahimin, Irhamna

Dihari yang Fithri ini, ampunilah kami Ya Allah. Kasihi kami

Ya Allah janganlah Engkau murka kepada kami Ya Allah.

Janganlah Engkau timpakan bencana, yang kami tidak sanggup memikulnya Ya Allah.

Ya Allah, janganlah Engkau hukum kami Ya Allah.

Akan tetapi kalau ada kekeliruan yang kami lakukan. Beri petunjuk kami ya Allah. Bimbing kami. Beri hidayah kami. Sebab tidak ada lagi yang mampu memberi petunjuk kecuali hanya Engkau Ya Allah.

Ya Allah, kini…

Ramadhan telah berpisah dengan kami

Kami mohon kasih sayangMu

Berilah kesempatan kami untuk Bertemu lagi, ya Allah

Jangan pisahkan kami dari Bulan keberkahan ini

Sebelum Engkau berikan rahmah, maghfirah dan itqun minannar

Ampunan Engkau luas

Kami yang lemah

Kami lalai

MudahTergoda

Kami datang padaMu

Serahkan diri kami

Dengan lumuran dosa-dosa

Tidak ada yang bisa mengampuni

Kecuali Engkau

Telah jauh kami berjalan

Telah kami tempuh perjalanan yang terjal

Liku-liku kehidupan

Mencari karuniaMu

Tidak terhitung

Sudah berapa banyak karunia nikmat

Yang telah Engkau berikan pada kami

Ya Allah terimalah amal Ramadhan kami

Shiyam, qiyam infak, zakat shadaqah kami

Tilawah kami, doa kami, istighfar kami,

tarawih kami, i’tikaf kami

Atas petunjukMu

Kami berjaga Ya Allah

Kami menahan lapar dan dahaga

Kami begadang Ya Allah

Atas petunjukMu

Kami tidak tidur ya Allah

Harap akan lailatul mubararakah

Harap akan mendapat lailatul qadri khairun min alfi syahrin

Harap-harap cemas, sangat harap pada Engkau

Kami menghiba

Kami bersimpuh

Kami merintih

Kami menangis

Kami sujud

Kami memohon

Ampuni kami ya Allah, Ampuni kami ya Allah, Ampuni kami ya Allah…

Kasihi kami Ya Allah, Kasihi kami Ya Allah, Kasihi kami Ya Allah…

Masukkanlah kami bersama golongan ahli syurga Ya Allah

Bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada was shalihin.

Bersama isteri, anak-anak dan cucu-cucu kami Ya Allah…

Janganlah Engkau campakkan kami ke neraka Jahannam Ya Allah

Maafkan kami Ya Allah, Maafkan kami Ya Allah, Maafkan kami Ya Allah…

Allahumma innaka ’afuwwun karim tuhibbul ’afwa fa’fuanna…

Allahumma innaka ’afuwwun karim tuhibbul ’afwa fa’fuanna…

Allahumma innaka ’afuwwun karim tuhibbul ’afwa fa’fuanna…

Allahumma innaka ’afuwwun karim, karim, karim, karim

tuhibbul ’afwa fa’fuanna

maafkan kami Ya Allah

Ilaahana…

Kami dapati hadits Nabi saw.

”Awwalu maa yata’allaqu birajulin, yawmal qiyaamati ahluhu wawaladuhu. Fayuqiifunaaha bayna yadayillah ta’ala, fayaquuluu : Ya Rabbana, khudz bihaqqina minhu, fainnahu maa ’allamana maa najhalu”.

Dulu, ketika Engkau beri kami

Satu anak

Sebagai cahaya mata

Putra tercinta

Putri tersayang

Alangkah gembira hati kami, Ya Allah

Kami timang-timang setiap waktu

Kami nyanyikan lagu-lagu

Hilang segala penat dan rasa capek bekerja

Saat memandang cahaya mata

Karunia Engkau Ya Allah

Kami besar besarkan

Kami doa’kan

Kami sekolahkan

Kami ciumi

Sepenuh hati

Bagaimana nanti Ya Allah

Sekiranya anak kami Engkau pisahkan

Dari kami

Janganlah Engkau masukkan mereka ke neraka jahannam

Janganlah Engkau panggang mereka Ya Allah

Bagaimana Ya Allah

Buah hati kami

Kami taubat ya Allah

Bimbing mereka

Berikan hidayahMu

Ilaahana,

Ampuni dan sayangi kami

Jika tidak Engkau Ampuni dan kasihi, tentulah kami termasuk kepada orang-orang yang merugi…

Orangtua kami, kakek nenek kami

Anak-anak kami

Isteri-isteri kami

Anak cucukami

Jangan pisahkan anak-anak kami

Cahaya mata

Orang-orang yang kami cintai

Bimbing kami…

Inna mautal –Haq

Wa innal Qabral –Haq

Yaumul ba’tsal –Haq

Wa inna shiroothal mustaqiim

Wa innal jannata –Haq

Wa inna naaru jahannama -Haq

Sungguh maut itu benar,

Sungguh alam qubur itu benar

Sungguh hari berbangkit itu benar

Sungguh padang mahsyar itu benar

Sungguh berjembatan di shiroth itu benar

Sunguh syurga dan neraka itu benar

Satu saat nanti akan datang suatu masa, dimana ruh kami Engkau cabut dari tubuh kami. Bagi orang-orang yang zhalim dan musyrik Engkau hardik mereka:

Kalla idza balaghatil hulquum…

Manusia saat itu tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Dokter sudah tidak mau menyuntik lagi. Napas sudah sekali-sekali.

Jika Engkau Cabut Ruh kami…

Berilah kesempatan taubat.

Berilah kasih sayang

Tariklah dengan lembut

Maka mudahkanlah saat sakratul maut kami

Tariklah ruh kami dengan ringan

Seperti mencabut rambut dari tepung

Kasihanilah kami

Janganlah Engkau renggut

bagai menarik sutra halus dari lilitan pohon berduri

Jangan Engkau siksa kami diakhir hidup kami ini

Berikan keyakinan kepada kami untuk melafazkah

”Laa ilaaha illalllah”

Menjadi kalimat akhir yang kami ucapkan

Jauhkan rasa takut dari kami

Jauhkan rasa sedih dan putus asa

Ketika masuk liang lahat

Kubur akan berkata: ana baitun ghurbah, turab, wihdah, dawd

Rumah asing, rumah sepi, rumah debu dan rumah ulat

Lapangkan kubur kami

Mudahkan kami menjawab pertanyaan munkar wa nakir

Jadikan sholat, shiyam, dzikir, tilawah dan istiqomah kami sebagai junnah (tameng) dari neraka

Ketika kami dibangkitkan

Kumpulkan kami bersama Nabi Muhammad saw

Kami rindu pada RasulMu ya Allah

Kami cinta pada RasulMu

Assalamu’alaika Ya Rasulallah

Assalamu’alaika Ya Habiballah

Assalamu’alaika Ya Khalilallah

Hanya shalawat dan do’a yang dapat kami sampaikan

Senandung kami

Alangkah indahnya hidup ini

Andai dapat kutatap wajahmu

Alangkah indahnya hidup ini

Andai dapat kucium tanganmu

Ya Rasulallah Ya Habiiballah

Kami rindu

Kabulkan do’a-do’a kami Ya Allah

Ilaahana,

Jadikanlah Hisab kami, hisab yang mudah

Hisaban yasira

Man nuqisal hisab halak

Mudahkan

Mudahkan berjembatan disiroth

Adaqqu minas sya’r

Wa ahaddu minas silaah

Kumpulkan kami disyurgaMu ya Allah

Ya rahman ya rahim

Ya mujibas sailin

Ya arhamar rahimin irhamna

Kedua orangtua kami

Kasihi mereka, sayangi mereka

Kami belum mampu membahagiakan mereka

Diusia mereka yang sudah renta.

Anak anak kami

Kami titipkan kepadamu Ya Allah

Pertemukan kami dengan Ramadhan berikutnya Ya Allah

Jangan siksa kami ya Allah

Kami sering zhalim

Kami sering lalai

Bahkan dari sholat kami

Dari kekhusyu’an kami

Dari melakukan yang Engkau larang

Maka ampuni segala dosa kami

Ampuni dosa kedua orangtua kami

Kasihi mereka

Ampuni dosa guru-guru kami

Beri petunjuklah ummat ini

Beri petunjuklah penguasa-penguasa kami

Jauhkanlah bangsa ini dari mental korupsi

Allahumma laa taj’al mushibatana fii diinina

Allahummad khilna jannah

Wamaa qarraba ilaiha min qawlin, wa ‘amalin wa’I’tiqaad

Wa na’udzubika minannar

Wama qarraba ilaihi min qawlin, wa’amalin wa’I’tiqaad

Allahumma innaka ‘afuwwun karim… kariim…kariim

Tuhibuul ’afwa fa’fuanna

Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul ’alim

Watub ’alaina innaka anta tawwaburrahim

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah

Waqina ’adzabannar

Wasalillahumma sayyidana muhammadin shalla….

Subhanarabika rabbil ’izzati ’amma yashifuun

Was salamun ’alal mursalin

Walhamdulilahi rabbil ’alamien

Khutbah Iedul Fithri 1429 H

Di Masjid Baitussalam

PLN Duren III

Jakarta Selatan

Iklan

Satu tanggapan untuk “SELAMATKAN BANGSA DARI KEHANCURAN MORAL

  1. Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s