Diposkan pada Akhlak

DUA HAMA KEIMANAN

pray

Iman adalah kenikmatan yang terbesar. Karena dengan imanlah kita dapat memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Dengan iman pula kita dapat terhindar dari keburukan yang dapat membinasakan diri. Oleh karena itu, ri’ayatul…

iman (upaya pemeliharaan iman) menjadi sebuah keniscayaan. Kita hendaknya mewaspadai ‘hama’ yang dapat menghalangi tumbuh suburnya keimanan. Ingatlah, al-imanu yazidu wa yanqush, iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang!

Paling tidak ada dua ‘hama’ yang sangat berbahaya bagi keimanan, yakni: kesombongan dan kebodohan.

Kesombongan

Kesombongan dalam arti merasa gengsi untuk tunduk pada kebenaran, dapat melemahkan iman. Bahkan dalam tingkatan tertentu, kesombongan ini dapat memberangus keimanan dan memunculkan kekafiran. Perhatikanlah apa yang terjadi pada Fir’aun la’natullah ‘alaih dan kaumnya. Mereka terhalang mereguk keimanan, disebabkan kezaliman dan kesombongannya di hadapan kebenaran yang dibawa Nabi Musa. Allah SWT berfirman tentang mereka,

Lalu mereka mengingkarinya disebabkan kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (QS. An-Naml: 14).

Maka berhati-hatilah dari kesombongan. Jangan sampai kelebihan yang diberikan Allah kepada kita membuat tinggi hati dan tertipu, yang pada akhirnya menjerumuskan diri pada kesesatan. Na’udzubillah…

Kebodohan

Kebodohan yang dimaksud disini adalah keengganan memanfaatkan potensi diri: qalbu untuk memahami, mata untuk melihat, dan telinga untuk mendengar. Kisah Bani Israel yang dimuat dalam Al-Qur’an menggambarkan hal ini; perhatikanlah bagaimana keingkaran Bani Israel kepada Musa, padahal tanda-tanda kekuasaan Allah telah jelas terpampang di hadapan mereka: lautan dibelah sehingga mereka selamat dari penindasan Fir’aun; pada perjalanan hijrah mereka dari Mesir ke Kan’an awan dinaungkan sehingga mereka terlindungi dari terik matahari ; manna dan salwa diturunkan langsung dari langit agar mereka bisa makan dan minum tanpa harus bersusah payah; 12 mata air pun dipancarkan dengan mudah untuk keperluan mereka. Namun setelah berbagai kemudahan dan karunia tersebut mereka rasakan, berkatalah mereka kepada Musa: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas!” (lihat Al-Baqarah: 55).

Semoga Allah melindungi kita dari ‘hama’ kesombongan dan kebodohan…amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s