Diposkan pada Akhlak, Fiqih

Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?

031004gatra_legalitas1
Oleh: Ahmad Sarwat, Lc. (warnaislam.com)
Perilaku homoseks bukan takdir dan bukan nasib, tetapi pilihan. Kalau kita katakan takdir atau nasib, maka seharusnya Allah SWT tidak melarangnya. Karena Allah takdirkan seseorang untuk melakukannya tanpa ada pilihan.

Sesungguhnya perilaku homoseks adalah nafsu syahwat, seperti umumnya nafsu yang lain. Misalnya, nafsu untuk berzina dengan isteri orang, mantan pacar atau teman selingkuhan sekantor.
Semua itu bukan takdir, kan? Masa ada orang berzina enak-enakan, lalu ketika ditanya, kenapa berzina, jawabannya sudah takdir. Itu namanya bukan takdir, tetapi sudah jadi budak nafsu.
Sedangkan pandangan sebagian orang yang mengaku ‘ahli psikologi’ bahwa homoseks itu penyakit jiwa, memang sebagian ada benarnya. Tetapi sama sekali bukan legalitas yang membolehkan.
Ada seorang anak yang punya kelainan jiwa, misalnya hobi mencuri. Psikolog menyebutnya sebagai kleptomania. Tetapi koruptor pemakan uang rakyat, atau bandit yang berhasil menjebol bank, tidak bisa membela diri menggunakan alasan sebagai pengidap kleptomania. Lalu minta dibebaskan dari hukuman.
Demikian juga dengan para pelaku seks sejenis, baik homo atau lesbi, mereka tidak bisa berlindung di balik alasan bahwa mereka punya penyakit kejiwaan, sehingga hukumnya jadi halal kalau melakukan zina menyimpang itu. Mereka juga tidak bisa mengatakan bahwa di balik semua kemungkaran itu, semua telah ditentukan takdir atau nasib dari tuhan.
Sama saja dengan seorang alkoholic, yang tidak bisa lepas mulutnya dari khamar. Buat sebagian mazhab Psikologi, keadaan sesorang yang demikian dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Lalu banyak para tukang minum khamar berlindung dengan menggunakan alasan itu.
Dalam pandangan syariah Islam, seks sejenis, mencuri dan minum khamar bukan penyakit jiwa, melainkan pilihan. Seseorang boleh memilih untuk tidak melakukan seks sejenis, tidak mencuri dan tidak minum khamar. Kalau dia bisa melakukannya, maka dia dapat pahala. Sebaliknya, dia juga bebas memilih untuk melakukan seks sejenis, mencuri dan minum khamar, tetapi untuk itu sudah disediakan siksa pedih di akhirat. Silahkan pilih saja, mana yang sekiranya lebih enak dinikmati.
Hukum ini nyaris mirip dengan hukum fisika dasar. Seorang yang loncat dari atap gedung pencakar langit, akan menghujam ke atas aspal dengan kecepatan tertentu, sehingga kepalanya akan pecah dan otaknya berceceran di mana-mana. Itu adalah pilihan. Silahkan pilih, terserah mau yang mana. Mau loncat atau tidak loncat?
Kalau tidak loncat, berarti aman. Tidak usah cari alasan bahwa seseorang terpaksa loncat karena sudah takdir dan sudah nasib. Orang yang berbicara seperti itu sebenarnya bukan sedang mengajukanalasan tetapi sedang stress berat.
Masak loncat dari gedung dibilang takdir dan nasib? Yang bener aja!
Apakah perilaku homoseks bisa disembuhkan?
Jawabnya sangat bisa, yang penting ada kemauan. Lha pecandu narkoba saja bisa disembuhkan, kenapa perilaku menyimpang seperti itu harus tidak bisa? Sekali lagi, jawabnya adalah bisa, bisa dan bisa. Tinggal masalah kemauan saja. Kalau tidak bisa disembuhkan, maka tidak mungkin Allah melarangnya, bukan?
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Iklan

16 tanggapan untuk “Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?

  1. sangat OK tentang penjelasannya, tambahkan lagi. trus gimana caranya agar bisa di sembuhkan dari homo seksual…? ya…….. tidak hanya kemauan saja kan..

  2. Menurut saya langkah pertama yang paling penting untuk menyembuhkan penyakit homoseksual adalah mencari lingkungan dan teman yang baik.

  3. saya tidak pilih untuk melakukan mana-mana pun.. terus saya berduka cita tidak normal seperti lelaki lain… dengki sama lelaki yang punyai sifat-sifat kellelakian…. yang mana saya juga berharap dan bercita-cita agar dikurnai sifat seperti itu… mudah-mudahan Allah taala mengampuniku dan memperelokkan akhlakku… terus dapat daku menjadi ummat nabi nya Muhammad saw dengan sebenar-benarnya… bagaimana lagi harus kutanggung dan kubendung air mata ini… mudah-mudahan doa sahabat kaum muslimin muslimat bisa mengubah segalanya

  4. Salam buat zuleec5. Ingin berkongsi kisah hidup di sini. Saya juga seorang lelaki yg bersyahwat kpd lelaki tp iman masih lg membendung utk terus menyembunyikan didalam hati dn menjauhi perbuatan kaum luth. Seingat saya, sejak sekolah rendah lg, dn tiada syahwat bila melihat wanita melainkan menghargai kecantikan mereka. Saya cuba sedaya upaya, tp x blh juga. Saya kurang bersetuju dgn analogi2 yg ditulis. Penzina mempunyai pilihan utk brkahwin dn melakukannya scr halal. Pencuri tidak dlahirkan dgn minat mencuri. Masalah saya ialah, saya tidak memupuknya, mmg sjak kecil lg dh ada perasaan ni. Saya akan terus berdoa moga Allah pada satu hari nanti Allah membuang sejauh2nya perasaan ini dn dikurniakan jiwa dan nafsu yg normal. Ameen.

  5. assalamualaikum

    penjelasan tuan ada benarnya. saya sendiri adalah seseorang yang syahwatnya terletak kepada kaum sejenis. tetapi saya tidak setuju sesama sekali bahawa homosexualiti ini adalah sesuatu yang boleh “dirawat” seperti ketagihan narkoba.it’s not that simple sir. mahu atau tidak seseorang individu gay atau lesbi itu akan tetap bersyahwat terhadap kaum sejenis. persoalannya bukan mengubah syahwat tetapi memperkuatkan fokus dan azam untuk mengikut shariat allah swt. Sebagai seorang heteroseksual tuan dan puan sekalian tidak mungkin dapat merasai atau faham sepenuhnya apa yang kami jalani. misalnya, sekiranya seseorang gay itu jatuh cinta, apakah yang harus dia lakukan? ingin saya tekankan sekai lagi, cinta bukan nafsu sahaja. sebagai seorang muslim, mahu atau tidak dia terpaksa memutuskan jalinan percintaan tersebut. isu ini amat kompleks. memang ada yang melihat isu ini hanya dari segi kelakuan semata-mata. saya akur liwat itu haram. it’s black and white. saya tidak bantah langsung. tetapi saya harap tuan sedia maklum tentang perngorbanan yang amat besar yang harus kami lakukan sebagai muslim dan muslimah gay dan lesbi. please do not cheapen this internal struggle as just similar to giving up smoking. would you sir, be strong enough to give up the man/woman you love in the name of the Lord, Allah Almighty?

  6. sebenerny persoalannya bukan hanya masalah penyimpangan sex atau golongannya itu sendiri,atau prilaku sexnya,tpi lebih ke mental mungkin iya prilaku hubungan sexnya itu bukan dikatakan takdir dan itu dosa besar tpi yang lebih ditnyakan lagi kenapa ada pemikiran dan rasa ketertarikan terhadap sesama jenis seperti gay maupun lesbi,bukan hanya sekedar prilaku atu sexnya,tpi lebih ke dalam diri yang dirasakan,lalu bagai mana kalo memeng perasaan suka sesama jenis itu dari kecil dan itu yang saya rasakan sendiri dan yang dirasakan semua yang mengalami,ini bukan masalah penganut gay atau prilaku yang hanya ikut ikutan saja,ini lebih kedalam diri bagai mana bagi saya dan orang yang bernasip sama yng memeng dari kecil pencinta sesama jenis kecenderungan sex yang menyimpang yang memeng gak di buat2 apa itu bukan takdir?,ini bukan ngomongin soal hubungan seksnya,tpi lebih ke pemikiran dan yang dialami dari si gay/lesby lalu bagai mana utuk menjawab itu,takdirkah?,ini bukan soal hubungan sexnya,tpi ke diri yang dialami diriya itu menyimpang/gay/lesby,aku setuju klo berhubungan sexnya itu bukan takdir memang secara sengaja dilakukan,lalu bagaimana dengan dirinya lakilaki/perempuan yang mencintai baik dari sudut lahir dan batin kepada sejenisnya memeng dari kecil dari mulai ia tidak mengerti/kecil sampai dia mengarti/dewasa sedangkan dia tak melakukan hubungan sexnya badahal ia sngat menginginkanya apa itu bukan takdir memang yang dialami dari kecil/dari lahir,bagaimana untuk menjawbnya???kenpa harus ada seperti itu sedangkan seperti itunya itu dilarang,kenpa harus terlahir dengan keadaan sex yang menyimpang lalu harus bagai mana dengan kecenderunga ini,dan aku juaga muslim lalu bagaimana dari sudut pandang agama memandangnya klau memang pemikiran dan perasaan sex menyimpang/gay/lesby itu dari kecil memang dari lahir knapa harus terjadi seperti itu(kelainan)sedangkan untuk terjadi seperti itu(kelainan) diharamkan,ini beban yang sngat berat,bagaimana??????

  7. asalamualaikum wr wb
    maaf,dan klo memang perasaan suka sesama jenis/prilaku sex menyimpang ini dikatakan bisa di sembuhkan aku mengatakan tidak,ini masalah kejiwaan bukan berarti sakit jiwa dan ini masalah batiniah,bukan seperti sakit panas yang bisa di sembuhkan karna ada kemauan untuk minum obat trus sembuh,dan ini gak bisa di samakan dengan pecandu narkoba yang memang penyebabnya secara sengaja dia buat untuk melakukan ini jdi sangat jauh berbeda,jadi prilaku menyimpang ini bukan hanya segampang itu karna memang prilaku ini secara lahirnya memang dari bayi memang naluri yang secara tumbuh manusia mengikuti naluri yang ada dlam diri secara pandangan yang memang sesuai dengan dirinya ataupun bertolak belakang dengan dirinya,jdi klo untuk di katakan sembuh itu gak akan bisa,mungkin klo untuk prilaku lahiriahnya mungkin bisa karna memang dari batasan agama yang melarang dan tidak membenarkan jadi menjadi pagar untuk dia tidak melakukan hubunga sex sesama jenis karna yang dilarang dalam agama adalah hubungan sex secara lahiriahnya sesama jenis namun klo untuk batiniahnya klo memang ia syahwtnya terletak pada sesama jenis melihat laki2 mash tertarik sedangkan dia laki2 ya akan tetap seperti itu gak akan berubah meski ia gak melakukan hubunag sexnya secara lahiriah karna agama melarang,jadi untuk seumur hidupnya ia harus menahan sahwatnya karna agama melarang karna memang sahwatnya kepada sesama jenis,jadi untuk seperti itukan tidak mudah,beban yang sangat berat,yang memang gak bisa berubah…..dan msih banyak keterangan2 dan argumen2 yang memang sulit dijelaskan….
    wasalamualaikum wr wb

  8. klo memang semua pendapat itu benar,pasti didunia ini gak ada orang gay lesbi homo banci waria atau semua penyimpangan itu,memang sulit dan bener2 susah di mengerti,karna saya sendiri yang merasakan dan semua temen 2 saya yang bernasib sama merasakan sendiri,saya sngat terima dan mengerti klo memang hubungan sex sesama jenis itu dilarang/di lakhnat baik di hadist,alquraan,sangat2 mengerti karna memang yang dilarang prilaku sexnya secara lahiriah yang menyimpang,lalu bagai mna dengan batiniahnya???.klo menurut saya gak semua hal itu bisa di buktikan dan di pelajari di mengerti,karna semua itu hanya Allah yang tau karna ini menyangkut batinniah,yang pasti saya sendiri yang merasakan memang itu dari kecil yang memang sulit di mengerti,hanya bisa dirasakan ….dan inilah yang menjadi beben….mana ada si orang yang mau dilahirkan seperti ini…..gak ada….comments dari membaca artikel ini: http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/17/homoseksual-bawaan-sejak-lahir/

  9. mana ada orang secara sengaja mebuat dirinya menyimpang yang besicnya dia memang gak menyimpang,membikin penyakitnya sendiri,jelas orang akan ingin hidup normal secara wajar seperti layaknya lain,namun semua itu kan karna ada penyebabnya masa iya suatu penyakit penyebabnya sengaja dibikin sendiri mana ada,contohnya flu itukan penyebabnya virus apa ia si pengidapnya itu sendiri yang menciptakan virusnya kan gak ada,seperti juga penyimpangan sex apa iya dia menciptakan sendiri penyebabnya mana ada,klo memang dia ciptakan sendiri penyebabnya bila dia tau itu salah besar yang ada akan dijauhi sejauh jauhnya,kecuali untuk kepribadian secara lahirnya aku percaya 100% klo memang di pengaruhi lingkungan seperti adany banci waria kecenderungan bersikap memang diluar kodratnya…namun juga sebenernya mereka gak menginginkan hal tersebut….intinya banyak sulit untuk di jelaskan…..

  10. masalahnya memang kompleks, namun se kompleks apapun kalo niat nya sudah teguh untuk berubah dan kembali normal Insya Allah, Allah SWT akan membantu dan menunjukkan jalan nya, saya setuju dgn kesimpulan tulisan diatas adakah kemauan untuk berubah ? bila ada akan banyak jalan untuk merubahnya, misalnya dgn datang ke psiater, ke kyai / ulama, ke pakar hipnoterapy dsb. yg penting ada kemauan ingat ada kemauan ada jalan.

  11. Dasarnya adalah iman. Bila iman kita kuat maka segala perintah dan larangan-Nya akan kita patuhi tanpa reserve. Bila kita meyakini iman Islam kita maka kita akan terjaga dari hal2 yang munkar. Oleh sebab itu mari kita ucapkan dan praktikan dalam kegiatan kita sehari2: “Asyhadu anlaa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah”

  12. mmg tuan tiada pernah merasai apa yg seperti kaum homo alami.di sini saya tiada mahu debat mendebat.akan ttpi mahu share realiti.jikalau dkt dunia ni ialah satu pilihan ..maka saya akn pilih mjadi orang normal…dan jauhkan perkara buruk..mmg susah sebenar hidup kt dunia yg diri kita ni dg tersurat..pandai**shj diri membawa hati..mmg lebih elok membenci org yg kita sukai. .mk rasa cinta pd org itu akn lenyap..lebih bek idup sorang2 bbanding idup couple akn ttpi di gelar sumbang dan nista..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s