Diposkan pada Siyasah

MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG DEMOKRATIS, BERSIH DAN MELAYANI RAKYAT

pemimpin-untuk-rakyat

Kondisi suatu masyarakat sangat ditentukan oleh bagaimana pemimpinnya. Ketika kepemimpinan dikuasai oleh orang-orang yang menganggapnya sebagai kehormatan, maka ia kan berjuang sekuatnya untuk mempertahankan kepemimpinan itu. Jika kepemimpinan dianggap sebagai kekuasaan, maka ia akan berdiri dengan angkuh dan semena-mena atas rakyatnya. Dan bila kepemimpinan berada pada orang-orang yang tamak kemewahan dunia, ia akan menjadikan kepemimpinannya sebagai

kekuasaan untuk menguras harta dan menjadikan rakyat sebagai budak-budaknya.
Tidak akan pernah tercapai perubahan ke arah perbaikan kondisi hidup, selama kepemimpinan dan pemerintahan seperti ini.
“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah (dan berkuasa) di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Israa: 16)
Sekarang, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin dan pemerintahan yang menjadikan kekuasaan sebagai amanah Allah melalui suara dukungan yang diberikan oleh rakyat. Dengan dasar itulah, mereka senantiasa bermusyawarah dengan rakyatnya dalam berbagai hal, sebagai wujud sikap demokratis. “Dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat diantara sesama mereka.” (QS. As-Syuura: 38). Mereka tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan senantiasa melayani rakyatnya.
“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41).
Inilah wujud pemerintahan yang bisa membawa bangsa ini keluar dari kegelapan bencana kepada cahaya kebaikan. Tanggung jawab mewujudkan pemerintahan semacam ini ada pada seluruh manusia Indonesia.
Setidaknya ada 6 (enam) karakter kepemimpinan dan pemerintahan yang dibutuhkan saat ini oleh kita semua. Enam karakter ini pernah ditampilkan oleh tiga sosok nabi dalam konteks kehidupan yang berbeda-beda dengan persoalannya masing-masing.
Dua karakter pertama, yaitu kepemimpinan dan pemerintahan yang kuat dan dipercaya (qowiyyun-amiin). Inilah karakter nabi Musa dalam menghadapi problema bangsa bani Israel menghadapi berbagai penindasan raja-raja zalim. Dua karakter berikutnya, yaitu kemampuan memelihara segala potensi dan pengetahuan yang luas (hafizun aliim). Inilah karakter nabi Yusuf pada saat membawa bangsa Mesir keluar dari ancaman krisis ekonomi yang panjang. Dua karakter terakhir adalah kepemimpinan dan pemerintahan yang menaungi dan menyayangi rakyatnya (roufun-rahiim). Inilah karakter paling menonjol nabi Muhammad saw dalam membina rakyatnya yang senantiasa berhadapan dengan berbagai kesulitan hidup untuk kemudian menjadi ummat terbaik (khairu ummah).
Saat ini, pemerintahan seperti itu memang sulit didapatkan dari satu orang atau satu golongan. Di sinilah kita dituntut untuk mampu menghimpun segala kebaikan yang dimiliki oleh setiap unsure di dalam masyarakat kita yang majemuk. Saling bekerja sama dalam kebaikan-kebaikan yang disepakati dan bertoleransi dalam perbedaan-perbedaan yang muncul, menjadi kunci utama mewujudkan pemerintahan yang demokratis, bersih dan melayani dengan keenam karakter di atas.

(Sumber: Tema Umum & Isu Nasional Kampanye Partai Keadilan Pemilu Juni 1999, Tim Sukses Pemilu 1999 DPP Partai Keadilan)

Iklan

4 tanggapan untuk “MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG DEMOKRATIS, BERSIH DAN MELAYANI RAKYAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s