Diposkan pada Kabar

Pejuang Gaza.. Para Pahlawan di Medan Perjuangan

hamasWWW.AL-IKHWAN.NET: Tim (Ikhwan online) saat melakukan kunjungan ke sekitar pinggiran distrik Al-Tuffah sebelah timur Gaza – di mana sayap militer pejuang Palestina menghadapi perang yang begitu sengit dan keras sehingga mampu memberikan kepada musuh pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan – kami bertemu dengan seorang pejuang yang bernama “Abu Al-Ezz,” salah satu pejuang brigade al-Qassam; dimana beliau masih terus memantau di dalam salah satu kavaleri – yang sebelumnya telah dipraktekkan – berbagai pergerakan memantau sebagian penarikan pasuan dan alat perang dari jauh. . Rasa lelah dan letih bercampur dengan kebanggaan akan sebuah kemenangan dan ketegaran tampak jelas di wajahnya; berdiri tegak dengan penuh kewibawaan tampak diwajahnya saat keluar dari kavalerinya untuk menemui kami dengan berpakaian militer, dengan kepala yang dihiasi slayer berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid yang penuh dengan keringat.

Gaza; markaz kekuatan umat Islam Mujahid Abu Al- Ezz tidak ragu –sebagaimana yang disampaikan pada kami di awal ceritanya – dalam membidik sasaran pada salah satu mobil tank lapis baja yang terkonsentrasi di pinggiran distrik al-Tuffah sebelah timur Kota Gaza, meskipun intensitas bombardir dari berbagai jenis pesawat terbang Zionis di langit Jalur Gaza terus meningkat, dengan berdiri tegak untuk menembak dan menghancurkan mobil tersebut menggunakan dua roket (RPG) secara berturut-turut, dan dengan izin Allah dapat mengenai sasaran ; sehingga memancarkan lampu kilat yang begitu terang dan membunuh tentara yang ada di dalamnya kemudian setelah itu kembali ke pangkalan nya dengan selamat, santai dan tenang dan siap untuk melakukan putaran selanjutnya. Sejak dimulainya agresi Zionis atas Jalur Gaza yang mengakibatkan lebih dari 7000 orang yang syahid dan cedera, di samping adanya program penghancuran bangunan dan infrastruktur; namun Abu Al-Izz (salah satu anggota brigade Al-Qassam untuk sayap bersenjata dari Hamas –unit tameng) – dan para mujahidin lainnya- tidak ragu dalam mendeklarasikan status peringatan dan kesiapan untuk mengusir Zionis yang telah melakukan invasi. Maka ketika jarum jam menunjukkan angka nol dan terdengar perangkat mesin militer Zionis mulai bergerak menuju kota Jalur Gaza, Abu Ezz mulai bertolak pergi ke tempat khusus untuk melakukan “penyerangan” balik, yang telah disiapkan sebelumnya sesuai dengan rencana dan strategi pertahanan yang diatur oleh sayap militer Palestina pada garis perlawanan Jalur Gaza sebagai antisipasi agresi darat Zionis. Satu minggu berada di bawah tanah Pesawat Zionis mengintai setiap benda yang bergerak Adapun pusat penyerangan yang merupakan terowongan bawah tanah memiliki luas satu setengah meter, di mana beliau menggunakan penutup kepala dan menggunakan kamuflase berwarna hijau daun pohon. Selama satu minggu penuh dan berkesinambungan berada di garis pertahanan yang di lakoni oleh Abu Ezz – seperti yang diceritakan – sendirian berada di semak belukar dan pertahanan tersebut; dengan perbekalan makanan dan air yang sedikit menunggu momen penting untuk bertemu dengan musuh, sementara lidahnya terus berdoa agar Allah berkenan memberikan kemenangan dan kejayaan kepada para mujahidin, dan memaafkan kesalahan mereka, meluruskan lemparan dan memenangkan mereka atas para tentara Zionis. Beliau juga menceritakan kepada (Ikhwan Online) tentang tugas yang dibebankan kepadanya telah menunjukkan tanda-tanda kemenangan dan kejayaan, dan berkata: “Selama sembilan hari dan sembilan malam berada dalam posko penyerangan untuk memantau pergerakan mesin perang dan tank-tank lapis baja terkonsentrasi di Jabal Al Rayyes bagian Timur Gaza sebelum melaksanaan tugas yang ditaklif kepada saya; yaitu dengan mengejutkan tank-tank lapis baja dengan serangan roket ( RPG), beliau menambahkan: ” Saya bergabung dengan kelompok istisyhadiyah, dengan penuh kesiapan dan selalu melakukan komunikasi dengan komandan, sambil menunggu saat-saat penting. “Akhirnya, setelah satu setengah minggu dalam penantian mulailah pesawat-pesawat Zionis dengan berbagai jenisnya membakar dan menghancurkan semuanya baik tanah yang hijau dan kering dan membuka jalan; sebagai persiapan untuk masuknya puluhan tank dan kendaraan lapis baja ke Jabal Rayyes diiringi dengan lontaran roket dan missil. Sambil mencium senjata (RPG) nya Beliau menambahkan: “Seakan-akan Allah menjawab doa saya; di mana puluhan mobil-mobil tank dan truk-truk pengangkut tentara mulai maju sambil diselimuti oleh serangan yang intensif dan bom asap untuk mengaburkan pemantauan pasukan yang tersebar di berbagai tempat.” Pasukan dari langit Kerugian atas zionis; mesin perang hancur dan tentara yang mati Beliau menambahkan, sambil menunjuk pada tempat yang menjadi pusat mesin perang Zionis: “Setelah tentara Zionis melaju dengan mobil-mobil tank dengan penuh hati-hati dan terkonsentrasi pada beberapa ratus meter dari tempat saya, dan setelah terasa nyaman akan kosong nya kawasan tersebut dari pasukan Mujahidin; secara tiba-tiba saya melakukan penyerangan, walaupun intensitas serangan udara begitu banyak dengan menggunakan roket (RPG) pada salah satu mobil tank yang paling dekat, dan saya menghancurkannya dengan dua roket (RPG) secara berturut-turut setelah sebelumnya saya membaca ayat Allah: وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللهَ رَمَى “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar”. (Al-Anfal:17) Dia sempat terkejut dan langsung mengeraskan suaranya oleh dampak reaksi yang terjadi: “Saya tidak percaya terhadap apa yang Saya saksikan .. adanya api yang langsung menghanguskan tank tersebut, suara dan teriakan pasukan penjajah yang ada di dalamnya terdengar begitu keras, dan aku melihat beberapa mayat bergelimpangan di tempat tersebut seakan aku telah menyerangnya dengan puluhan roket”. Akhirnya Abu Ezz mampu – seperti yang ditunjukkan –mundur dengan santai dan tenang tanpa ada pesawat musuh yang mengintainya, dia menambahkan: “seakan-akan Allah memberikan perlindungan kepada saya dari berbagai arah dan penjuru.” Akhirnya beliau menutup ceritanya dengan berkata: “Saya sadar, jika Allah tidak berkenan melindungi saya dan adanya bala tentara yang turun saat itu, maka saya tidak akan berhasil menunaikan tugas dengan maksimal,” dan akhirnya beliau sebagai saksi hidup menyatakan bahwa kemenangan adalah milik warga Gaza dan Hamas, dan Beliau juga berkata: “Allah tidak melupakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan selalu berdzikir, dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam”. Serangan dengan cara memotong jalan Pulanglah kalian dengan penuh kehinaan Mahmud Ar-Riifi salah satu anggota dari kelompok “martir ghost” .. Tetap bertahan selama dua hari dua malam berada dalam persembunyiannya; dengan membawa makanan seadanya dari buah kurma dan air, sementara di tangan kanannya memegang senjata, dan di tangan kiri nya menggenggam alat komunikasi elektronik untuk dapat selalu berkomunikasi dengan teman-temannya dan komandannya, dan dia sendiri menunggu untuk bertemu musuh sambil harap dan cemas; namun lisannya selalu mengumandangkan doa dengan berharap Allah berkenan mengalahkan musuh dan membunuhnya. Salah seorang pimpinan brigade al-Qassam berkata: “Setelah 48 jam menunggu sendirian di parit yang luasnya tidak lebih dari dua meter; akhirnya Ar-Riifi mampu mengejutkan sekelompok tentara Israel di Jabal Rayes, sebelah timur Kota Gaza, dan beliau sendiri yang menghadapi mereka, yang mana, dirinya tidak hanya membawa apa-apa kecuali satu senjata, namun mampu membunuh dua tentara dari mereka dan melukai yang lainnya. “ Dia menambahkan: “Sebagaimana pula Ar-Rifi berhasil menawan seorang tentara yang dibawa dengan ketiaknya dan bersegera kembali ke tempatnya semula, namun pengintaian pesawat menimpa dirinya dan melontarkan tembakan atasnya dan tentara Zionis yang ditawannya sehingga keduanya tewas oleh tembakan peluru Zionis. Dan selama melakukan penyerangan, Ar-Riifi mampu membuat mereka ketakutan, sehingga diantara mereka mulai cemas, frustasi dan menangis, bahkan berteriak histeris seakan spirit mereka telah runtuh, seakan malaikat menimpakan ketakutan ke dalam jiwa mereka. Adapun seorang mujahid lainnya bernama “Abu Nayef ” dari Brigades Al-Qassam, adalah sosok prajurit yang keluar bersama teman-temannya sambil memegang senjata di tangannya, dan peluncur (RPG) di belakangnya, dan roket yang menggunakan tangan berada di posko militer, namun dengan penuh azimah dan keimanan, dirinya rindu bertemu musuh sehingga membuat panas di dalam dirinya, guna dapat membalas darah anak-anak yang syahid dan beliau juga merasa trenyuh dengan berbagai tangisan dan keluhan yang keluar dari mulut-mulut wanita Gaza. Bersama tiga rekannya Abu Nayef -yang saat ini sedang berbaring di rumah sakit- menyebar – sebagaimana yang diceritakan oleh salah seorang komandan lapangan brigade – di sekitar salah satu rumah di distrik al-Tuffah bagian timur Gaza, dan dari kejauhan mulai tampak mobil-mobil tank pertama mendekati rumah; dan muncullah serangan pertama secara tiba-tiba tanpa ada pendahuluan sama sekali. Serangan tiba-tiba Akhirnya Abu Nayef berhasil menghancurkan selah satu mobil tank dengan roket (RPG), sehingga peluru pun meluncur di setiap tempat dan berubah menjadi medan perang. Dan sungguh, ketika matanya yang terus terjaga dalam kondisi perang, menyaksikan sebuah roket menimpa sebuah apartemen yang jaraknya tidak jauh darinya kecuali beberapa meter saja, sehingga api pun berkobar di dalamnya, lalu Abu Nayef merunduk dan dengan pandangan matanya pula dirinya menyaksikan api berkobar dengan kuat kemudian menghilang secara tiba-tiba, lalu berkobar lagi namun kemudian hilang kembali dengan penuh ketakjuban, seakan para malaikat menjaga tempat tersebut. Abu Tsaer, salah seorang pimpinan brigade juga menambahkan akan cerita Abu al-Nayef: “Dengan penuh kegeraman Abu Nayef menyerang sebuah mobil tank dengan missil; sehingga berkobar api dengan keras… dan kami mendengar ada teriakan dari para tentara yang berada di dalam mobil tank yang hancur tersebut..terdengar permintaan tolong dan erangan kesakitan dan tangisan, namun dirinya telah berazam dengan kuat sehingga tetap menyerang dengan salah satu roket untuk menghncurkan badan mobil tank sambil melontarkan peluru ke arah tentara yang ada di dalamnya sementara suara mereka begitu keras keluar dari dalam mobil tersebut dan jari-jari mereka terbelenggu oleh senjata yang ada ditangan mereka dan yang lainnya menggenggam kendali mobil seakan mereka tidak mampu untuk keluar kecuali secara paksa”. Abu Tsaer mengatakan bahwa sejumlah sahabat Abu Nayef syahid karena terkena tembakan tank; ada yang luka pada lengannya dan membuat jatuh senjata yang ada ditangannya”. Dia juga menambahkan: “Ia jatuh ke tanah sementara dirinya tidak mampu bergerak ke samping tembok suatu rumah, dan mobil-mobil tank tersebar di berbagai tempat namun tentara Zionis yang ada dalam tank tersebut takut untuk keluar meskipun serangan telah dihentikan, seakan Allah berkehendak untuk tidak mengindahkan prajurit tersebut seakan mereka mengira dirinya telah mati.” Dia menyatakan bahwa Abu Nayef tetap tidak berubah selama tiga hari sampai pasukan penjajah ditarik mundur pada posisinya di tempat yang dikuasai oleh serangan pasukan pejuang. Serangan yang jitu Abu Ubaidah, salah satu pimpinan lapangan pasukan pejuang di bagian timur distrik Az-Zaitun Kota Gaza; beliau dan teamnya juga menunggu-nunggu kesempatan yang tepat untuk memancing mobil-mobil tank dan mesin perang Zionis masuk ke wilayahnya, sementara lisan-lisan mereka tidak berhenti berdoa kepada Allah agar diturunkan tentara dari langit, sehingga tiba-tiba dan tanpa peringatan muncul kabut tebal di wilayah tempat mereka tinggal. Dengan demikian memungkinkan Abu Ubaidah dan teamnya menyelusup menuju puluhan mobil tank dan menanam perangkat bom peletus di dekatnya kemudian kembali tanpa dapat diintai oleh pesawat terbang pengintai di udara, dan pada saat waktu gelap beralih menjadi terang, tidak terdapat seorang pun dari prajurit musuh yang berada di mobil tank tersebut. Abu Ubaidah dengan nada kemenangan mengatakan: “kita dapat meledakkan semua perangkat peledak yang ada di dekat mobil tank, dan sekelompok tentara musuh yang berjalan, dan berhasil membunuh 5 personil dan melukai puluhan lainnya.” Pada gilirannya, Abu Ayyash salah seorang anggota Brigades pasukan pejuang berkisah tentang rincian elaborasi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Qassam khususnya di Jabal al-Rais. Dia mengatakan bahwa kelompok bersenjata dari pasukan syuhada menyebar bom ranjau darat anti personil dan senjata mesin berat yang tersembunyi di antara pohon-pohon yang terdapat di Jabal Rayes, setelah berhasil menanam tanah dengan peledak jarak jauh jauh. Dia menambahkan: “Setelah satu setengah hari menunggu datangnya pasukan khusus Israel yang disertai sekelompok mobil-mobil tank mulai tampak maju; melewati tanah yang dipasangkan ranjau dan peledak dengan detonated jarak jauh dan kemudian berhasil menghancurkan mobil-mobil tank dan membunuh personel yang ada di dalam nya.” Dia mengatakan bahwa pasukan pejuang telah mempersiapkan bahan lain yang lebih baru; di mana mereka berhasil meledakkan bom anti-personil atas pasukan khusus milik Israel, dan mengatakan: “Kami mendengar ada teriakan dan permintaan tolong dari para tentara Zionis, dan kami melihat sejumlah personel yang mati pada shaf mereka, akibat terkena pesawat Zionist yang mengincar setiap lokasi dan mengintai setiap sesuatu yang bergerak; mengakibatkan pasukan pejuang yang cedera. Operasi penyelamatan Disebutkan bahwa setelah dipastikan dua pasukan pejuang masih dalam keadaan hidup; pimpinan pasukan brigade Al-Qassam memutuskan untuk menyelamatkan keduanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s