Diposkan pada Opini

Obama, Hamas dan De Facto

obama

Khairy Mansour
El-Haleej Emiret
Henry Sijman ketua Proyek Amerika Serikat dan Timur Tengah di New York menasihati Presiden Obama untuk melakukan kontak langsung dengan Hamas. Ada dua alasan kenapa langkah itu harus ditempuh. Pertama, jika isolasi dilanjutkan maka akan mengakibatkan cacat yang sulit untuk menyeimbangkan dengan urusan de facto. Kedua, bahwa kontak ini akan menjadi ujian bagi Hamas. Dilanjutkan atau dihentikan sesuai dengan apa yang dikatakan Hamas saat ini.


Kita tahu bahwa Amerika Serikat tidak memulai kontak dengan PLO dan Yasser Arafat sebelum ia dipaksa migrasi dari Beirut ke Tunisia. Walaupun kenyataan ada orang-orang beranggapan bahwa pada pembunuhan Ali Hassan Salameh di Beirut oleh intelijen Israel sebagai hukuman agar kontak harus segera dimulai dan membentangkan jalan komunikasi ke Washington.

Realita pidato politik Obama mengharuskan pemerintahannya tidak boleh membalikkan punggung kepada pihak-pihak yang masuk dalam daftar hitam atau yang disebut pemerintah Bush “poros jahat”. Pemerintah Bush sebelumnya diilhami oleh idelogi sayap kanan ekstremis.

Nasihat Henry Sigman kepada Obama datang dalam konteks rangkaian seremonial nasihat yang diberikan kepada Presiden baru AS.
Jika ia serius dalam menerjemahkan motto perubahan, maka perubahan tidak akan mungkin hanya satu dimensi yang bersifat local di Amerika Serikat saja sebab politik dalam negeri dan luar negeri Amerika berada dalam persimpangan jalan, terutama setelah krisis keuangan global menghantam.

Obama telah berbicara dengan nada soft ketika menyinggung soal Iran. Ia hanya berkata bahwa jika program nuklirnya dilanjutkan maka itu tidak dapat diterima. Kalimat ini dianggap sebagian orang sebagai toleransi relative dan fleksibelitas diplomasi walaupun kenyataan bahwa seluruh hal ini tidak lebih dari permainan bahasa dan majaz.
Seperti diketahui bahwa pidato Obama memiliki ‘baju bahasa yang apik’, fasih dan memiliki banyak basa-basi kepada public.

Pengakuan terhadap status quo adalah langkah pertama menuju ke solusi untuk memecahkan masalah apapun. Terutama jika masalahnya terkait kasus Palestina, ibarat hutan belantara yang jika salah satu jalannya tidak diketahui maka akan kembali ke jalan semula dan hilangnya rambu-rambunya.

Hamas adalah salah pihak dalam perimbangan dan de facto yang harus dilakukan interaksi terhadapnya. Setidaknya sebagaimana diusulkan oleh Henry Sigman untuk mengenal sikap-sikapnya dan kondisi terbaru pasca agresi terakhir di Gaza.
Mengandalkan kepada Obama untuk mereformasi apa yang sudah dirusak oleh pendahulunya dari kelompok ekstremis kanan bisa jadi akan membebankan laki-laki ini di saat ia baru menapaki jabatan presidennya. Sebab ia bukan hakim mutlak di Amerika yang hanya digerakkan oleh intuisi pribadinya yang dianggap benar. Ia hanya bagian dari dari konteks kelembagaan Amerika Serikat, yang memiliki strategis dan prinsip-prinsip terhadap dunia, khususnya Timur Tengah. Mereka yang meminta kepada Obama agar memutar setir 180 derajat karena mereka berangkat dari prinsip Patriarki, personaliliti, dan peran pemimpin. Bisa jadi mereka yang menasihai Obama berasal dari dalam Amerika atau dari luar yang membelot dari koalisi dan permusuhan terhadap kebenara. Tindakan masa bodoh terhadap de facto bukanlah solusi. (bn-bsyr)

Iklan

Satu tanggapan untuk “Obama, Hamas dan De Facto

  1. Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
    Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

    http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s