Diposkan pada Dakwah

Seruan Dari Masjid Al-Quds; Al-Quds Menyeru Kalian.. Al-Aqsha Memanggil Kalian

al_aqsa_mosque1

http://www.al-ikhwan.net

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 16-04-2009

Penerjemah: Abu Ahmad

Dengan nama Allah, segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw

Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (Al-Isra:1)

Bumi yang berkah ini, yagn di dalamnya terdapat kota Al-Quds, saat ini memanggil dan menyeru seluruh umat Islam, bahkan kepada orang yang merasa dirinya memiliki kemerdekaan dan kemuliaan serta jati diri, untuk merenungkan dalam dirinya dan dengan orang lain, dan bertanya pada dirinya: Apa yang telah saya lakukan untuk menyelamatkan Al-Quds dan Palestina?!

Masjid Al-Aqsha yang telah dianugrahkan keberkahan.. sebagai qiblat pertama, dan ketiga dari 3 tempat yang disucikan… memanggil setiap umat Islam; untuk merenungkan dalam dirinya dengan renungan yang mendalam dan bertanya-tanya: Apa yang telah saya persembahkan untuk membebaskan Al-Aqsha dari tawanan, bahkan apa yang telah saya lakukan untuk menyelamatkannya dari berbagai usaha konspirasi dan rekayasa untuk menghancurkan pondasinya; sebagai langkah awal untuk meruntuhkannya secara keseluruhan dan membangun haekal palsi diatas reruntuhan masjid tersebut?!

Bahwa kewajiban pertama setiap muslim adalah memahami permasalahan ini dengan baik…permasalahan masjid Al-Aqsha dan Al-Quds, untuk mereview sejarah kota yang disucikan tersebut.. sebagai kota perdamaian.

Bahwa Al-Quds bukan kali pertama berhadapan dengan penjajah atau berhadapan dengan penistaan dan blokade, adapun sejarah yang masyhur dan banyak dikenal oleh seluruh umat di dunia ini, bahwa berdirinya bangunan asing (Salib) di Pantai Laut Tengah yang terbentang dari Turki hingga Palestina, dan hal tersebut terus berlanjut selama 200 tahun; hingga akhirnya mampu direbut kembali oleh seorang muslim kurdi Sholahuddin Al-Ayyubi untuk memerdekakannya, kemudian berhasil masuk masjid dengan penuh ketundukan dan kekhusu’an kepada Allah pada tanggal 27 Rajab tahun 582 H.

Saat itu para Salibis telah berhasil menguasai dan menjajah Palestina dan Al-Quds (tahun 493 H/1099 M), setelah mereka menumpahkan darah umat Islam, membunuh warga Al-Quds sebanyak 70 ribu jiwa, sebabnya -sekalipun pada saat itu umat Islam memiliki kelebihan dan kemajuan dalam peradaban dan ilmu pengetahuan – karena adanya  perpecahan dan pertikaian politik serta perang internal.

Namun akhirnya, Sholahuddin Al-Ayyubi berhasil mengangkat kembali bendera jihad, dan menyatukan negeri Syam dan Mesir di bawah kepemimpinannya, setelah berhasil mengakhiri pemerintahan daulah Fathimiyah yang pada saat itu telah  bekerja untuk sama melakukan konspirasi denganpasukan Salibis di pantai laut tengah, dan terjadi beberapa perang dan peratarungan, seperti perang “Hathin” pada tanggal 24 Rabiul Akhir/ 4 Juli tahun 1187, sebagai perang penentuan dan berhasil menghancurkan eksistensi Salibis sekaligus merebut kembali  Baitul Maqdis setelah berada dalam genggaman Salibis selama 88 tahun.

Namun setelah wafatnya Sholahuddin dan karena terjadinya pertikaian internal yang terjadi di dalam negara Al-Ayyubiyah, para Salibis kembali menguasai Al-Quds antara tahun 626-646 H; sampai kondisi umat Islam kembali tidak stabil, dan Islam kembali terancam dengan adanya penistaan yang dilakukan oleh Lord El-lovny dengan kekuatannya, dan kemudian Inggris menjajah Palestina pada tahun 1917, dan Lord tersebut mengungkapkan cibirannya yang terkenal dihadapan makam Sholahuddin di Damaskus: “Inilah Kami kembali wahai Sholahuddin”.

Bahwa pemerintahan Islam telah berjalan selama 1200 tahun sejak di taklukkan pada tanggal 27 Jumadil Ula tahun 13 H atau tanggal 30 Juli tahun 634 M hingga tahun 1917 M.

Namun pada hari ini Al-Quds kembali menghadapi invasi Yahudisasi; yang bertujuan merubah simbol-simbol yang ada di dalamnya, mengusir penduduk asli Arab, muslim dan non muslim; ditambah dengan usaha menjajah dan mengokohkannya sebagai ibu kota entitas apartheid dan perampas bumi Palestina.

Begitu pula kekuatan besar internasional yang melakukan konspirasi untuk melaksanakan rencana tersebut; baik dengan dukungan materi dan politik penuh seperti Amerika, atau dengan aksi diam dan abstain seperti Eropa dan Rusia, atau dengan melemahkan diri atau menampakkan kelemahan seperti negara-negara Arab dan pemerintahan Islam.

Jika kekuatan internasional masuk menjadi alasan sejarah, agama atau politik palsu, atau karena memiliki kepentingan strategis dan ekonomis; maka Arab dan Umat Islam serta Nasrani Timur tidak wajib untuk menyalahkan mereka seperti alasan-alasan tersebut, karena tidak akan memberikan kemaslahatan sedikitpun, dan mereka secara tegas pada hakikatnya bertanggung jawab secara penuh akan kelemahan dan ketidakmampuan mereka.

Konspirasi sangatlah jelas, dan kehancuran politik, ekonomi dan tsaqafah telah merajalela, sementara secara umum tidak memberikan kebaikan sedikitpun untuk mereka yang berjalan sambil menutup mata di belakang para pemimpin dan penguasa yang mengimpor model-model kehancuran dengan strategi atau politik yang gagal; sehingga mengarah pada kondisi bercokolnya penjajahan Zionis secara nyata.

Bahwa komunitas dari seluruh bangsa Arab dan umat Islam harus memulai untuk mengembalikan kemerdekaan dan kehormatan (jati diri) mereka kembali, memaksa pemerintah dan para pejabat untuk mendengar dan menyimak suara mereka… suara kebenaran.

Bahwa pemerintah atau penguasa yang memecah belah umat secara kelompok atau negara-negara kecil, sementara mereka adalah pejabat politik yang bekerja untuk menambah perpecahanumat dan negara-negara kecil menjadi kanton-kanton parsialisme, sukuisme, rasisme dan mazhabisme; sebagai salah satu dan satu-satunya sarana untuk mengokohkan kekuatan yaitu kekuatan Zionis.. mereka seluruhnya harus menyuarakan suara umat dan membela bangsa dan rakyat mereka.

Bahwa persatuan bangsa Arab dan kesatuan umat Islam serta keteguhan simpul-simpul negara pada setiap negara dan negeri… merupakan pendahuluan dan prepare untuk mengembalikan Al-Quds kembali, bersikap melawan serangan Zionis atas Al-Quds dari usaha mereka melakukan yahudisasi dan menghancurkan masjid Al-Aqsha yang penuh berkah.

Bahwa jati diri dan kharisma bangsa Arab dengan risalah Islamnya yang agung, memiliki tugas dan kewajiban untuk menyeru kepada Al-Qur’an Al-karim, dan semangat yang tinggi untuk bangkit dengan masyarakatnya, membangunkan jiwa dan meng-ilaj -mengobati- penyakit ruhnya sebelum mengobati penyakit badan; sebagai jalan terbaik untuk mengkondisikan Arab dan umat Islam dari peta internasional sesuai dengan firman Allah:

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Ali Imran:139)

Para menteri luar negeri dari enam negara Arab telah berkumpul sejak beberapa hari yang lalu di Amman, ibu kota Yordania untuk mengatur agenda kunungan raja Abdullah II ke Washington sebagai pemimpin negara Arab pertama yang menemui Obama di masa pemerintahan barunya…

Apa yang dihasilkan dari pertemuan mereka tersebut? Mereka tetap berpegang teguh dengan agenda perdamaian Arab yang selalu ditolak oleh musuh Zionis!

Seperti Sharon yang menolak inisiatif raja pemerintah Arab Saudi Abdullah, yang telah ditetapkan oleh para pemimpin Arab dalam pertemuan puncak di Beirut tahun 2002, dan datang untuk mendukung parang atas teroris setelah peristiwa September dan teroris Amerika disetiap negara secara keseluruhan, dan kepada negara Saudi itu sendiri; setelah diarahkannya tuduhan kepada 4 orang sebagai dalang aksi teroris pada peristiwa September, sekalipun mereka tidak memiliki bukti yang kongkret atas tuduhan tersebut dan tidak didukung oleh mahkamah secara adil, dan tidak ada kejelasan akan pandangan yang sebenarnya terhadap peristiwa september tersebut!

Bahkan Sharon melakukan 14 revisi atau perubahan terhadap inisiatif tersebut dari isi yang sebenarnya dan dijadikan sebagai syarat untuk diterimanya inisiatif perdamaian, dan -tentunya- Amerika menyetujui akan syarat-syarat tersebut, kemudian diumumkan oleh mantan presiden Amerika -yang tidak mau merubah tambahan yang dibuat- untuk mengesahkan negara Yahudi Zionis; dan berarti mengusir warga Palestina dan sejarahnya dari penduduk dan warga Asli negara tersebut.

Bersamaan dengan itu semua, Arab masih saja dan tetap berpegang teguh dengan inisiatif mereka yang telah hilang dan memungkinkan utnuk diterapkan. Kenapa demikian? Karena para pemimpin Arab tidak memiliki alternatif lain atau tidak mampu menghadapi beban dari ebrbagai hambatan konspirasi atas Palestina, Al-Quds dan Pasukan perlawanan.

Perang melawan teroris telah berakhir, sebagaimana yang diumumkan oleh menteri luar negeri Amerika, sekalipun demikian perang melawan pasukan perlawanan yang berani menentang musuh Zionis dengan nama perlawanan teroris di negeri Arab, dan tuduhan-tuduhan tersebut akhirnya terus melekat terhadap faksi-faksi perlawanan; bahwa pasukan tersebut mengancam stabilitas negara, atau stabilitas bangsa Arab dengan berintegrasi kepada negara Islam non Arab; sehingga menyulutkan api perang internal, dan membuat Zionis nyaman dan merasa senang, dan bahkan Zionis terus mengobarkan api fitnah melalui minyak; dengan bentuk fitnah (Arab Persia), (Sunniyah Syiah), (Islam Nasrani), (Arab Afrika), yang merupakan jalan satu-satunya untuk mengobarkan api perpecahan dan pertikaian agama, suku, mazhab dan ras.

Demikianlah apa yang dilakukan oleh para pemimpin Arab… dan karena itu pula  mungkin sulit untuk mengerahkan juhud (perjuangan) mereka demi menyelamatkan Al-Quds atau membebaskan Palestina selama kehendak dan jati diri mereka belum terbebas dari kekuasaan Amerika, Eropa dan Zionis, dan selama bangsa Arab dan umat ini belum bisa menikmati kebebasan hakiki untuk memilih pemerintahan yang terbebas dan tidak tunduk pada kekuatan dan kekuasaan asing.

Wahai bangsa Arab…

Wahai Umat Islam…

Sesungguhnya Al-Quds menyeru kalian dan masjid Al-Aqsha memanggil kalian…

Sesungguhnya penduduk Al-Quds meminta kalian -wahai umat Islam yang memiliki kekuatan dan kemampuan- untuk mendukung mereka…

Kenapa kalian tidak bersegera membuat sunduq (kotak) Islam untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga Al-Quds di hadapan invasi dan konspirasi penghancuran rumah-rumah mereka, usaha pengusiran dan pengucilan dari tempat tinggal mereka?!

Kenapa kalian tidak berusaha membuat sunduq swasta berupa bantuan harta selain dari sunduq yang resmi; untuk mendukung pembangunan dan pemakmuran masjid Al-Aqsha yang mulia?!

Kenapa -wahai Arab dan umat Islam- tidak memboikot para pengusaha yang lemah azimah mereka dan sedikit kekuatannya di hadapan sihir harta Zionis, Amerika dan Barat sehingga mereka bersekongkol dengan musuh Zionis hanya untuk kemaslahatan pribadi yang sempit dari pada mementingkan kemaslahatan umat yang paling mulia?!

Adapun Anda wahai al-Akh yang tercinta…

Hakikatnya, Anda memiliki kewajiban yang besar dihadapan kondisi seperti ini, intinya adalah:

1. Meningkatkan kembali himmah di hadapan para penguasa dan orang-orang yang lemah untuk dapat mengubah jiwa Anda dan jiwa-jiwa yang ada di sekeliling Anda sampai Allah mengubah kondisi dan lingkungan, ingatlah akan firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’d:11)

2. Kuatkanlah hubungan Anda kepada Allah dengan ikatan iman yang kuat dan kokoh, bersandar pada kekuatan-Nya sehingga dapat menghilangkan kelemahan Anda, dan dari keperkasaan dan kemuliaan-Nya sehingga dapat menghilangkan kehinaan Anda, dari kekayaan-Nya sehingga dapat merubah kondisi miskin Anda, dan dari kehendak-Nya sehingga dapat memperkokoh azimah dan mengalahkan segala kelemahan dan kekerdilan Anda.

3. Memperhatikan kondisi dan permasalahan yang sedang terjadi dan dihadapi oleh Palestina, mengikuti berita akan  perkembangan Al-Quds dan Al-Aqsha dari berbagai sisi; sejarah dan histori, politik dan ekonomi, geografi dan demografi, perlawanan dan strategi; sehingga dapat memiliki kapabilitas untuk memindahkan dan mentransfer kesadaran tentang Al-Quds kepada orang yang ada di sekitar Anda, dan menjawab segala pertanyaan serta menghilangkan berbagai syubhat.

4. Mendukung dan menyokong jihad bangsa Palestina dan keteguhan faksi-faksi perjuangan dan perlawanan dengan berbagai bentuk dukungan dan bantuan, dan terus menerus melakukan itu semua, serta mewariskannya kepada semua orang setelah Anda dan orang yang ada di sekitar Anda, karena permasalahan ini telah berjalan selama 100 tahun, Al-Aqsha dan Al-Quds telah berada dalam tawanan selama 43 tahun, dan tidak akan ada yang mampu membebaskannya kecuali Anda wahai pembaca yang mulia…

عن أبي أمامة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لا تزال طائفة من أمتي، على الدين ظاهرين، لعدوِّهم قاهرين، لا يضرهم من خالفهم إلا ما أصابهم من لأواء؛ حتى يأتيهم أمر الله وهم كذلك”، قالوا: يا رسول الله وأين هم؟ قال: “ببيت المقدس وأكناف بيت المقدس

Dari Abu Umamah berkata: Rasulullah saw bersabda: satu kelompok dari umatku akan terus berada dalam agama, tegas dihadapan musuh dan tidak gentar terhadap orang memusuhi mereka kecuali apa yang menimpa mereka dari liawa’; sehingga datang keputusan Allah (ajal) sementara mereka dalam kondisi seperti itu”, mereka berkata: “Wahai Rasulullah dimanakah mereka berada: “Rasulullah menjawab: “Di Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis”.

وعن أبي الدرداء قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أهل الشام وأزواجهم وذراريهم وعبيدهم وإماؤهم إلى منتهى الجزيرة مرابطون، فمن نزل مدينة من الشام فهو في رباط، أو ثغر من الثغور فهو مجاهد

Dari Abu Darda berkata: Rasulullah saw bersabda: “Penduduk Syam, istri-istri mereka, keluarga dan hamba-hamba mereka, serta orang yang berada dalam perlindungan mereka hingga ujung jazirah yang tetap berpegang teguh, maka barangsiapa yang turun ke suatu kota dari negeri Syam dalam keadaan terjaga, atau berada pada salah satu benteng maka termasuk seorang mujahid”.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Seruan Dari Masjid Al-Quds; Al-Quds Menyeru Kalian.. Al-Aqsha Memanggil Kalian

  1. Assalamu’alikum Wr Wb

    Allahu Akbar!!!
    kita sebagai umat islam memang harus perduli pada negeri anbiya…
    tapi ane sedih, sudah banyak umat yang terkena penyakit “wahn” sehingga menggadaikan akidahnya…
    TETAP ISTIQOMAH USTAD…
    Pasti Kita Sukses…

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s