Diposkan pada Kabar

Peringati Kematian Marwa, Dunia Islam Serukan “Hari Jilbab Sedunia”

Marwawarnaislam.com Marwa Al-Sherbini (32 tahun), Muslimah Jerman yang tewas ditikam seorang pemuda rasis Jerman (1/7), dinilai bukan saja sebagai martir jilbab, namun juga korban Islamophobia yang sangat menyakitkan kaum Muslim di seluruh dunia.  Muncul usulan agar hari kematian Marwa, 1 Juli, dijadikan sebagai “Hari Jilbab Sedunia”  (World Hijab Day). Islam Online memberitakan, usulan itu segera mendapat dukungan seluruh Muslim di dunia.

“Kami mendukung penuh usulan itu,” ujar Abeer Pharaon, ketua Organisasi Perlindungan Jilbab.  “Sherbini bukan saja martir jilbab, tapi juga korban Islamophobia yang menyakitkan Muslim Eropa,” tegasnya. “Kematiannya harus terus dikenang dan dijadikan sebagai Hari Hijab se-Dunia (World Hijab Day).”

Seperti diberitakan, Sherbini (32) tewas ditikam seorang pemuda Jerman berkebangsaan Rusia di sebuah ruang pengadilan di Dresden. Muslimah berjilbab yang tengah hamil ini ditikam 18 kali hingga tewas. Suaminya juga terluka saat berusaha menolong sang istri.

Seorang pembaca Islam Online menyerukan dunia Islam, khususnya kaum Muslimah berjilbab, agar mengenang kematian Marwa pada Hari Jilbab Sedunia itu dengan turun ke jalan-jalan guna mempertahankan hak mereka berjilbab. “Kami mendukung usulan Hari Jilbab se-Dunia itu,” ujar Rawa Al-Abed, pejabat Federation of Islamic Organizations di Eropa. “Kami juga menyerukan adanya event-event guna menumbugkan kesadaran tentang hak-hak wanita Muslim di Eropa, termasuk hak mengenakan jilbab.”

Kaum Muslim sudah memiliki “Hari Solidaritas Jilbab Internasional” (International Hijab Solidarity Day) pada minggu pertama September. Hari solidaritas itu diluncurkan oleh lembaga Perlindungan Jilbab (Protect Hijab) yang berbasis di London, Inggris, tahun 2004 sebagai protes terhadap pelarangan jilbab di sekolah-sekolah oleh pemerintah Prancis.

Kalangan tokoh Muslim mengatakan, pembunuhan terhadap Sherbini merupakan peringatan tentang kuatnya Islamophobia di dunia Barat. “Apa yang terjadi pada Sherbini sangat berbahaya,” kata Sami Dabbah, jurubicara “Coalition Against Islamophobia”. “Kami sudah mengingatkan bahwa suatu hari kita akan melihat seorang wanita Muslimah akan dibunuh karena jilbabnya”.

Gurubesar teologi dan filsafat Universitas Al-Azhar, Amina Nusser, juga mendukung  usulan “World Hijab Day”. “Itu akan menjadi respon praktis terhadap mereka yang memusuhi jilbab,” katanya.

Mohamed Al-Bazzawi, ketua Asosiasi Muslim Denmark, juga mendukung usulan tersebut. Menurutnya, Hijab Day akan mengingatkan dunia Barat tentang hak wanita Islam untuk mengenakan jilbab seperti halnya wanita non-Muslim mengenakan apa yang mereka sukai. “Mereka yang hanya bicara soal hak-hak kaum wanita di Barat seharusnya sadar bahwa mereka tidak semestinya menolak hak wanita Islam untuk mengenakan jilbab,” tegasnya. (IoL/romeltea).*

Foto: Marwa Al Sherbini (Berjilbab) ketika masih hidup, dengan suami dan anak pertamanya yang berusia 4 tahun. (Foto: IslamOnline).*

Iklan

Satu tanggapan untuk “Peringati Kematian Marwa, Dunia Islam Serukan “Hari Jilbab Sedunia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s