Diposkan pada Kabar

Jimmy Carter Kritik Militer Mesir

al-ikhwan.net – Kairo, Mantan Presiden Amerika, Jimmy Carter menyatakan bahwa ‘dustur mukammal atau undang-undang penyempurna’ yang dibuat oleh mejelis tinggi milter Mesir merupakan bentuk arogansi militer terhadap sipil dan upaya membohongi rakyat Mesir, di mana militer berjanji akan menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada presiden hasil pemilu.

Undang-undang adalah pondasi utama suatu masyarakat, oleh karena itu harus konfrehensif mengakomodir semua komponen rakyat, oleh karena itu militer tidak boleh mengintervensi pembuatan undang-undang.

Sementara itu, Jason Carter, Senator dari  Georgia dan anggota Misi Carter Center, yang mengikuti pemilihan presiden di Mesir bahwa orang-orang Mesir telah menunjukkan sekali lagi bagaimana komitmen yang mendalam untuk proses pemilihan, dan bahwa orang-orang Mesir menyatakan pendapatnya dalam proses demokrasi, dan bahwa pemungutan suara dan penghitungan itu berjalan dengan baik meskipun banyak sekali pelanggaran.

Majelis Tinggi Militer kembali membuat kontroversi dengan mengeluarkan keputusan ‘dustur mukammal’ pada hari Ahad, 17 Juni 2012. Di mana militer memposisikan diri sebagai institusi negara di dalam negara. Mereka membuat undang-undang untuk melanggengkan kekuasaannya; kekuasaan membuat undang-undang atau turut membuat undang-undang atau bisa memveto hasil undang-undang yang dibuat presiden atau pemerintah baru jika tidak sesuai dengan keinginan mereka.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s