Diposkan pada Kabar

Dunia Internasional Membincang Rekonsiliasi Nasional yang Digalang Mursi

al-ikhwan.net – Kairo, Satu hari sebelum KPU Pusat mengumukan hasil penghitungan sengketa pilpres, Hizbul Hurriyah wal Adalah bersama capres Dr. Mursi mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional dan berbagai kekuatan politik di Mesir, termasuk kalangan liberal dan sekuler.

Peristiwa ini terbilang langka semenjak Mubarak mempraktekkan politik belah bambu di antara elemen rakyat Mesir. Persitiwa ini mendapat liputan khusus media-media internasional.

The New York Times memberitakan bahwa hari Sabtu, 23 Juni 2012 ada pertemuan capres Mursi dengan para aktivis, intelektual, kelompok liberal guna membahas kondisi terkini di antaranya bagaimana menyikapi keputusan majelis tinggi militer, menyikapi gerakan massa ratusan ribu di medan Tahrir yang menolak militer. Berbicara dalam konferensi pers hasil pertemuan itu di antaranya tokoh nasional seperti, Islam Luthfi, Syadi Al-Ghazali Harb dan Wail Ghunaim.

Washington Post merilis berita pertemuan rekonsiliasi nasional yang digalang FJP bersama Dr. Mursi. Komponen yang hadir menyepakati untuk mengenyampingkan perbedaan politik dan bersatu melawan hegemoni militer. Mereka membahas juga keraguan rakyat Mesir atas penundaan hasil pilpres putaran kedua, di mana militer kemungkinan bermain mata dan mencurangi hasil suara.

Koran Los Angeles Times memberitakan pengumuman  Tim Sukses Dr. Mursi sebagai pemenang pilpres putaran kedua mangalahkan Syafiq dengan selisih suara sekitar sembilan ratus ribu suara. Hasil ini tidak jauh beda dengan penghitungan yang dilakukan stasiun tv independen, juga Asosiasi Hakim Mesir. Sedangkan pertemuan Ikhwan dengan berbagai komponen Mesir kemarin sebagai upaya untuk mengembalikan persatuan di kalangan mereka yang sebelumnya dicerai-beraikan oleh rezim Mubarak dan saling curiga.

Koran Christian Science Monitor AS. menyatakan bahwa pertemuan antara kekuatan liberal, revolusi dan Ikhwan dan mengumumkan dukungan penuh kepada Dr. Mursi adalah dalam rangka rekonsiliasi nasional melawan junta militer yang ingin melanggengkan kekuasaan. Dukungan kuat ini menambah bargaining Ikhwan di hadapan militer yang harus menyerahkan kekuasaan kepada presiden pilihan rakyat akhir bulan ini.

Surat kabar The Wall Street Journal Amerika melihat pertemuan langka antara kelompok Islam dan kelompok Sekuler dalam menghadapi musuh bersama tirani dan kediktatoran militer. Surat kabar ini juga memberitakan bahwa klaim dari timses Syafiq lemah karena tidak disertai dengan bukti-bukti yang kuat. [io]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s