Diposkan pada Siyasah

Dukungan PKS Tak ‘Gratis’

Dukungan PKS kepada salah satu pasangan calon gubernur/wakil gubernur di Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua nanti tak Cuma-Cuma. Ada syarat yang harus dipenuhi kedua calon.

Calon gubernur dari PKS yang gugur pada putaran pertama, Hidayat Nurwahid, mengatakan, partainya akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) pada Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua jika pasangan itu bersedia meminta maaf atas tudingan pada PKS. “Selama kampanye pemilukada putaran pertama, Foke mengembuskan isu SARA dengan mengatakan kalau PKS itu Wahabi dan antimaulid.

“Jika Foke menginginkan dukungan dari PKS, berani tidak dia meminta maaf karena PKS bukan Wahabi dan tak antimaulid,” ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu (8/8).

Hidayat yang juga mantan presiden PKS menambahkan, permintaan maaf itu mesti tertuang dalam kontrak politik dengan PKS. PKS juga mensyaratkan Foke harus mengubah cara berkomunikasi dengan rakyat.

“Selanjutnya, melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi dan melakukan perubahan seperti yang disampaikan pasangan Hidayat-Didik,” kata dia.

Sedangkan untuk Jokowi, lanjut dia, PKS juga mempunyai beberapa persyaratan. Salah sa

tunya, berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017. Selain itu, untuk mendapat dukungan PKS, Jokowi harus menjanjikan kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta serta merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.

“Berani tidak Jokowi berkomitmen tidak meninggalkan jabatannya hingga akhir masa jabatan. Tidak seperti Solo yang ditinggalkannya untuk bertarung di Jakarta,“ kata Hidayat. PKS belum menentukan ke mana akan memberikan suara pada Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua.
Sejumlah pengurus PKS mengatakan, akan mengumumkannya sebelum lebaran.

Menurut Hidayat, PKS tidak akan membuat kesepakatan didasari uang. “PKS akan memberikan dukungan kepada calon yang berani merealisasikan kontrak politik yang disodorkan oleh PKS. Bukan mengenai uang,“ ujanya. Jika tidak ada yang berani memenuhi syarat yang diajukan, kata Hidayat, PKS mempunyai opsi ketiga. Yakni tidak mengarahkan suara ke salah satu pasangan.

Di DPRD DKI Jakarta, PKS memperoleh 18 kursi. Jadi, menurut Hidayat, siapa pun yang terpilih menjadi gubernur DKI, akan menjalin komunikasi dengan PKS agar program-programnya saat menjabat di pemerintahan kelak bisa terlaksana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s