Diposkan pada Akhlak

Jangan Asal Sebar Berita!

Brand-mics-300x164Salah satu kebiasaan buruk yang sering menimpa kepada para pengguna internet atau medsos adalah kebiasaan menshare atau menyebarkan berita tanpa meneliti terlebih dahulu berita yang akan disebarnya tersebut.

Dari sudut pandang kaca mata Islam kebiasaan seperti ini adalah kebiasaan yang sangat tercela, karena akan menyebabkan tersebarnya fitnah dan menimbulkan banyak sekali kemudhorotan. Oleh karena itu hendaknya, seorang muslim menjauhi sikap tercela ini. Mereka harus selalu waspada terhadap berita-berita yang ‘mengepung’nya.

Cukuplah bagi kita petunjuk dari Allah dan rasul-Nya. Mari kita renungkan firman Allah berikut ini,

 “…dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (Q.S. An-Nisaa: 83)

Tentang ayat ini, Al Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah pengingkaran terhadap orang yang terburu-buru memutuskan suatu permasalahan sebelum mengeceknya terlebih dahulu dimana ia memberitahukan kepada orang lain, menyiarkan dan menyebarkannya; padahal terkadang (berita yang disebarkannya itu, red) tidak sesuai dengan realita”. Lalu beliau menyebutkan hadits Nabi,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dikatakan pendusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Memperhatikan firman Allah Ta’ala dan hadits Nabi ini, maka selayaknya bagi kita apabila mendapatkan suatu berita, hal pertama yang harus dilakukan adalah menelitinya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah berita ini benar ataukah sekedar hoax?

Setelah mengetahui kebenaran suatu berita pun, jangan kemudian terburu-buru menyiarkannya. Kita harus bertanya kepada ‘ulil amri’ di antara kita bagaimana mensikapi berita ini. Apakah harus menyebarkannya? Mengabaikannya? Menahannya sementara waktu? Atau bagaimana?

Mengapa demikian ‘ribet’? Ya, karena berita-berita itu kadangkala akan menjadi ghibah, atau bahkan menjadi fitnah jika disebarkan. Berita-berita itu juga dapat mempengaruhi keamanan, atau bernilai strategis dalam perjuangan.

Intinya, jangan sampai menyebarkan atau menyiarkan sebuah berita tanpa bertanya terlebih dahulu kepada ‘ahlinya’.

Wallahu a’lam….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s