Diposkan pada Akhlak

Berdamailah dan Jangan Bermusuhan!

ukhuwahAdalah sesuatu yang lumrah dalam interaksi manusia, terjadi sedikit kesalahfahaman dan gesekan. Adalah sesuatu yang lumrah pula jika hal itu meningkat tensinya menjadi sebuah pertengkaran.

Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah, Islam menilai ‘wajar’ kondisi itu. Tapi kemudian dengan tegas memberikan batasan agar pertengkaran itu tidak berkembang menjadi permusuhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ : يَلْتَقِيَانِ، فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأ ُبِالسَّلَامِ .

“Tidak dihalalkan bagi seorang muslim untuk membiarkan saudaranya lebih dari tiga malam. Jika berjumpa, yang ini memalingkan muka, dan yang itu memalingkan muka, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.” (Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari, hadis no. 5613; Muslim, hadis no. 4643; Abu Daud, hadis no. 4265; al-Tirmizi, hadis no. 1855; Ahmad, hadis no. 22428, 22473 dan 22481; Malik, hadis no. 1410)

Islam menghendaki agar hubungan harmonis antar sesama muslim dapat terjaga. Soliditas terbangun dengan kokoh, sehingga mereka menjadi umat yang kuat.

Islam memperingatkan umatnya agar tidak menganggap enteng permusuhan. Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ فِي كُلِّ اثْنَيْنِ وَخَمِيْسٍ، فَيَغْفِرُ اللهُ لِكُلِّ امْرِيءٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئاً، إِلَّا امْرَءًا كَانَتْ بَيْنَهُ وبَيْنَ أخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيقُولُ : اتْرُكُوا هذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا .

“Amal perbuatan akan dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni setiap orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, kecuali seorang yang sedang bermusuhan dengan saudaranya. Ketika itu Allah berfirman: ‘Biarkan saja dua orang ini sampai keduanya berdamai.’” (Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 4652; Abu Daud, hadis no. 4270; al-Tirmizi, hadis no. 678 dan 1946; Ibn Majah, hadis no. 1730; Ahmad, hadis no. 7318, 8011, 8692, 8832, 9625 dan 9883; Malik, hadis no. 1414 dan 1415; al-Darimi, hadis no. 1686.)

Perhatikan dan renungkanlah hadits ini. Betapa permusuhan akan menyebabkan tertahannya ampunan Allah Ta’ala. Apakah hal ini akan kita anggap sebagai masalah enteng? Naudzubillahi min dzalik…

Perhatikan dan renungkanlah hadits ini. Tersirat di dalamnya ancaman keras kepada mereka-mereka yang bermusuhan dan tidak mau berdamai. Ancaman keras ini tidak lain karena Islam menghendaki agar umatnya terhindar dari kemudorotan besar yang ditimbulkan permusuhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganggap permusuhan sama saja dengan pertumpahan darah. Belia bersabda,

مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ .

“Barangsiapa yang meninggalkan saudaranya selama setahun, maka ia seperti mengalirkan darahnya” . (Hadis sahih, diriwayatkan oleh Abu Daud, hadis no. 4269; dan Ahmad, hadis no. 17256.)

Bahkan di dalam hadits lainnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengancam orang yang larut dalam permusuhan dengan siksa neraka,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ .

“Tidak halal bagi seseorang muslim untuk tidak menegur saudaranya melebihi tiga hari. Barangsiapa meninggalkan (tidak menegur) saudaranya melebihi dari tiga hari, kemudian ia mati, maka niscaya ia masuk neraka.”

(Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 4645; Abu Daud, hadis no. 4268; Ahmad, hadis no. 8730)

Jadi, marilah kita berdamai dan jangan bermusuhan! Wallahu musta’an…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s