Diposkan pada Sunnah

Berawal dari Hidayah Al-Qur’an

Apakah yang merubah kondisi masyarakat Arab pada masa lalu dari kejahiliyahan menuju Islam? Apakah yang merubah sifat mereka yang suka peperangan, melakukan perampasan hak, kedustaan, khomer, perzinaan, pembunuhan, riba dan lain sebagainya menjadi masyarakat yang cinta perdamaian, persamaan hak, kejujuran, kasih sayang, dan keadilan?

Semua perubahan itu berawal dari hidayah Al-Qur’an yang membimbing mereka dari kegelapan menuju cahaya Islam yang terang benderang. Al-Qur’anlah yang dapat memberikan keteduhan, ketenangan dan kesejukan pada diri mereka. Al-Qur’anlah yang menjadikan mereka mampu menjadi pemimpin dunia dalam kurun waktu yang relatif lama. Al-Qur’an menggiring mereka dari jurang kebobrokan menuju puncak kemuliaan.

Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak melakukan hal yang sama? Membina diri dan keluarga kita dengan hidayah Al-Qur’an? Mengajak mereka untuk bersungguh-sungguh  mempelajarinya. Mencakup tilawah (تلاوة), pemahaman (فهما), pelaksanaan (تطبيقا), dan menghafalnya (حفظا). Sudahkah kita mengajak mereka? Mengajak dengan sungguh-sungguh? Membimbing mereka? Membimbing dengan sungguh-sungguh? Ataukah kita melupakannya, bahkan untuk diri kita sendiri?

Lanjutkan membaca “Berawal dari Hidayah Al-Qur’an”

Iklan
Diposkan pada Sunnah

Melewati Taman-taman Surga

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah (air) di dalamnya hingga puas.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?”  Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Majelis-majelis taklim.” (HR. Athabrani)

Hadits Nabi di atas mengungkapkan tentang keutamaan menuntut ilmu. Majelis taklim disebut oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai taman-taman surga. Hal ini mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu adalah pekerjaan mulia yang dapat mendekatkan ke surga. Bahkan di dalam hadits lain disebutkan, “Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).

Lanjutkan membaca “Melewati Taman-taman Surga”

Diposkan pada Sunnah

AYO SHALAT BERJAMA’AH!

9_muslim-prayer-low-res

Salah satu sunah Nabi yang kini banyak diabaikan adalah shalat berjama’ah di masjid. Kita seringkali menyaksikan sebagian besar umat Islam tidak begitu memperhatikan shalat berjama’ah, bahkan tidak jarang termasuk para ustadz dan da’i yang ada di tengah-tengah mereka.

Banyak diantara kita meremehkan ibadah agung ini dengan alasan sibuk dan sempitnya waktu, padahal keutamaannya demikian besar.

Shalat berjama’ah bukti keimanan

Benar, keimanan itu tempatnya memang di dada. Namun indikasi atau ciri-cirinya dapat kita lihat dari amal keseharian. Salah satu ciri benarnya keimanan seseorang adalah senang memakmurkan masjid.

Allah ta’ala berfirman:

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. At-Taubah, 9: 18).

Shalat berjama’ah adalah ibadah yang paling utama dalam memakmurkan masjid. Jika tidak ada shalat berjama’ah, tentulah masjid-masjid di muka bumi ini akan sepi.

Lanjutkan membaca “AYO SHALAT BERJAMA’AH!”

Diposkan pada Sunnah

MEMAHAMI SUNNAH

(Ringkasan Buku Beberapa Pendekatan Memahami Sunnah Ust. H. U. Saifuddin ASM)

 

“Sungguh telah ada pada Rasulullah itu teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap ridha Allah dan kebahagiaan hari akhir serta dzikir kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya” (QS. 33: 21)

 

A. SUMBER SUNNAH

            Dalam rangka menjadikan Rasulullah sebagai uswah hasanah—sebagaimana diungkapkan dalam ayat di atas—setiap muslim harus memahami betul tentang sumbernya. Sunnah Nabi adalah sumber uswah hasanah. Ia dapat diketahui melalui beberapa hal, yaitu: (1) Perkataan (Qawliyah), (2) Perbuatan (Fi’liyah), (3) Persetujuan (Taqririyah), (4) Rencana (Hammiyah), dan (5) Penghindaran (Tarkiyah).

Lanjutkan membaca “MEMAHAMI SUNNAH”