Diposkan pada Aqidah

Tuntutan Iman Kepada Al-Qur’an

Halaqoh

Oleh: M. Indra Kurniawan

Salah satu tuntutan keimanan bagi seorang muslim adalah al-imanu bi-Qur’an (iman kepada Al-Qur’an). Keimanan tersebut mengandung beberapa konsekuensi berikut.

Pertama, al-ansu bihi (akrab dengannya).

Keakraban tersebut diimplementasikan dengan ta’allumuhu(mempelajarinya) dan ta’limuhu (mengajarkannya), yakni tilawatan(membacanya), fahman (memahaminya), tathbiqan (melaksanakannya), dan hifdzan (menghafalnya). Lanjutkan membaca “Tuntutan Iman Kepada Al-Qur’an”

Iklan
Diposkan pada Aqidah

Thaqatul Insan (Potensi Manusia)

Muhasabah

Oleh: M. Indra Kurniawan

Allah Ta’ala membekali manusia dengan at-thaqah –potensi-, yaitu as-sam’u (pendengaran), al-basharu (penglihatan), dan al-fuadu (hati). Banyak sekali firman Allah Ta’ala yang menyebutkan tentang hal  ini, diantaranya adalah.

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

“Katakanlah: ‘Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati’. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al-Mulk, 67: 23) Lanjutkan membaca “Thaqatul Insan (Potensi Manusia)”

Diposkan pada Aqidah

Syumuliyatul Ibadah (Cakupan Ibadah)

Oleh: M. Indra Kurniawan

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya, yaitu agar mentaati-Nya dengan ketaatan yang disertai perendahan diri sepenuhnya dan kecintaan. Berikutnya muncul pertanyaan: “Dalam hal apakah ketaatan ini harus dicurahkan?”, “Dalam ranah apakah ibadah itu harus dilakukan?”

Syaikh Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Al-Ibadah Fil Islam menyatakan bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut akan menyingkap suatu hakikat yang penting, yaitu cakupan makna ibadah dalam Islam, serta keluasan cakrawalanya. Lanjutkan membaca “Syumuliyatul Ibadah (Cakupan Ibadah)”

Diposkan pada Aqidah

Anwa’u Syirk

Macam-macam Syirik[1]

Oleh: M. Indra Kurniawan

Syirik (menyekutukan Allah) itu terbagi dua.

Pertama, syirik besar (asy-syirkul akbar). Syirik besar ini terbagi menjadi dua: at-tajalli (terang) dan at-takhafiyy (tersembunyi).

Termasuk syirik akbar yang tajalli (terang) adalah menyembah sesuatu selain Allah Ta’ala: menyembah benda angkasa (matahari, bulan, bintang, dan lain-lain), benda mati (patung, batu, dan lain-lain), binatang (sapi, anak sapi, dan lain-lain), manusia, dan makhluk ghaib (jin, setan, dan malaikat). Lanjutkan membaca “Anwa’u Syirk”

Diposkan pada Akhlak

Teladan Umat: Syaikh Bin Baz dan Syaikh Al-Qaradhawi

bin baz qaradawiSalah satu keteladanan yang banyak dipraktikkan oleh para ulama salaf adalah sikap saling menghargai dan menghormati saudara-saudaranya yang berbeda pendapat dengan mereka. Sikap seperti ini juga telah ditunjukkan oleh dua ulama besar di zaman kita ini: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (w. 1420 H) dan Syaikh Yusuf bin Abdillah Al-Qaradhawi hafizhahullah.

Syaikh Al-Qaradhawi berkata: “Syaikh Bin Baz rahimahullah pernah mengirim surat kepada saya lebih dari seperempat abad yang lalu. Dalam surat tersebut, beliau memberitahukan kepada saya bahwa Departemen Penerangan memberikan kitab saya—Al-Halal wa Al-Haram fi Al-Islam—kepada beliau; Apakah kitab tersebut boleh masuk ke wilayah kerajaan Saudi Arabia atau tidak? Beliau menginginkan agar jangan sampai para pembaca di Saudi dilarang membaca kitab-kitab saya yang menurut beliau, ‘mempunyai nilai tersendiri di dunia Islam’. Beliau mengabarkan, bahwa para Syaikh di Saudi mempunyai delapan catatan atas kitab saya tersebut, di mana beliau menyebutkan semuanya di dalam suratnya. Beliau meminta kepada saya agar mau menelaah kembali isi kitab saya tersebut. Sebab, ijtihad manusia itu bisa saja berubah di lain waktu. Lanjutkan membaca “Teladan Umat: Syaikh Bin Baz dan Syaikh Al-Qaradhawi”